Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas Hari Ini: INCO, BUVA, dan ISAT

Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas Hari Ini: INCO, BUVA, dan ISAT
Ilustrasi investor asing (FOTO : NET)

JAKARTA – IHSG melanjutkan reli pada perdagangan 3 September 2026 dengan ditutup menguat 1,09% atau 72,11 poin ke level 6.667. Penguatan tersebut diikuti inflow investor asing sebesar Rp1,11 triliun, dengan saham blue chip menjadi yang paling banyak diakumulasi investor asing.

Sementara itu, IHSG hari ini diprediksi bergerak bervariasi dalam range 6.550–6.650.

Tiga saham bank yang mencatat akumulasi asing terbesar adalah BBRI sebesar Rp283 miliar, BBCA Rp234 miliar, dan BMRI Rp234 miliar pada perdagangan 3 September 2026.

Pasar menilai dividend yield big banks masih menarik di tengah apresiasi rupiah. JISDOR menguat 2,8% ke Rp17.689 per USD dari level terendahnya pada 2026.

Berdasarkan closing price 3 September 2026, laba bersih TTM 1H26, dan DPR FY25, indikasi dividend yield masing-masing bank adalah BMRI 11,8%, BBRI 10,5%, dan BBNI 9%.

Dari sisi emiten, TLKM tengah melakukan transformasi model bisnis dari Operating Company (OpCo) menjadi Strategic Holding Company (HoldCo).

Transformasi tersebut dirancang untuk menyederhanakan pelaporan dan menghilangkan tumpang tindih antarunit bisnis, sehingga dapat mempercepat monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi atau Unlock Value.

Pada 2H26, TLKM fokus pada penambahan kapasitas data center di Singapura sebesar 6 MW, dari kapasitas saat ini sebesar 49,9 MW pada 3 September 2026.

Dari pasar global, Wall Street melanjutkan reli pada 3 September 2026 dengan saham teknologi memimpin penguatan. Nasdaq naik 1,40%, sementara S&P 500 menguat 1,06%.

Penguatan bursa saham terjadi seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, meskipun menjelang akhir sesi imbal hasil tersebut kembali mengalami kenaikan.

Sebelumnya, pasar mengkhawatirkan kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat memperkuat proyeksi kenaikan suku bunga The Fed pada 15–16 September mendatang.

Salah satu saham yang mencatat penguatan signifikan adalah Palantir (PLTR) di Nasdaq yang naik 7,71%. Penguatan didorong optimisme terhadap kontrak dengan sektor pertahanan AS yang masih solid dalam menyediakan intelligence software.

Selain itu, PLTR juga memperluas aliansi global dengan PwC untuk menskalakan penggunaan Artificial Intelligence Platform (AIP) di berbagai perusahaan besar.

Mengenai rekomendasi saham pilihan Ajaib Sekuritas pada 4 September 2026, saham INCO berada pada status Trading Buy dengan Closing Price 4.950, Target Price 5.120, serta Stop Loss 4.800.

INCO berpotensi mengalami reversal dari area support. Posisi harga membentuk long white candle, sementara indikator MACD bar histogram melemah secara terbatas yang mengindikasikan potensi rebound jangka pendek.

Dari sisi kinerja, INCO pada 1H26 mencatat pendapatan USD543 juta, naik 27,3% yoy, dengan laba operasional mencapai USD134,1 juta atau naik 2.056% yoy. Laba bersih tercatat sebesar USD104,4 juta, naik 313% yoy.

Secara kuartalan, kinerja INCO juga mengalami peningkatan. Pada 2Q26, pendapatan mencapai USD290,4 juta, naik 15% qoq, sementara laba operasional sebesar USD88,6 juta atau naik 94,5% qoq. Laba bersih tercatat sebesar USD60,7 juta, naik 39,3% qoq.

Pengoperasian hub pertambangan baru di Bahodopi dan Pomalaa memberikan lonjakan volume penjualan bijih nikel.

Selanjutnya untuk Trading Buy BUVA, dicatatkan Closing Price di level 785, Target Price 820, serta Stop Loss 760.

BUVA berada di area resistance dalam fase sideways dan berpotensi mengalami breakout. Indikator MACD bar histogram mulai bergerak positif dalam momentum akumulasi.

BUVA akan melakukan right issue sebanyak 6.154.263.660 saham baru, atau 20% dari jumlah saham disetor penuh, dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham dan rasio 4:1, di mana Cum date ditetapkan pada 24 September 2026.

Apabila terdapat sisa saham yang tidak dieksekusi, pembeli siaga terdiri dari PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Hapsoro, dan Ferry Sudjono.

Total dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp1,53 triliun, dengan alokasi 35,50% atau Rp546,18 miliar untuk pengembangan Uluwatu Estate dan Alila Ubud. Sementara itu, 37,08% atau Rp570,49 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal anak usaha, dan 27,15% atau Rp417,80 miliar untuk pelunasan utang.

Adapun untuk Trading Buy ISAT, dipatok Closing Price pada 2.420, Target Price 2.500, dan Stop Loss 2.350.

ISAT berada di area support dan berpotensi mengalami reversal dari tren bearish jangka pendek. Posisi harga masih tertahan di atas MA 20 dan MA 100, yang menunjukkan tren bullish jangka menengah.

Sementara itu, indikator stochastic menunjukkan crossing di area oversold, yang mengindikasikan potensi rebound.

Untuk memantau peluang trading saham menarik lainnya, rekomendasi saham harian dapat diakses melalui Ajaib Sekuritas yang diperbarui secara rutin untuk membantu memilih saham berpotensi terbaik. Pengguna juga dapat mengunduh Ajaib Terminal untuk mempermudah analisis, pemantauan multi-orderbook, hingga melihat broker summary secara real-time.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index