JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,09 persen ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Penguatan IHSG ditopang derasnya aksi beli investor asing serta kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas dalam Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI), Jumat (4/9/2026), net foreign buy tercatat mencapai Rp 1,07 triliun. Sejumlah saham big caps turut menjadi penopang IHSG, di antaranya BBCA, ASII, BMRI, AMMN, CPIN dan BBRI.
Penguatan IHSG juga sejalan dengan apresiasi nilai tukar rupiah yang berada di level Rp 17.660 per dolar AS. Hampir seluruh sektor saham bergerak positif pada perdagangan kemarin.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG telah menembus (breakout) level resistance 6.650 dan ditutup di sekitar 6.668. Kondisi tersebut mengonfirmasi momentum bullish, dengan indikator MACD yang masih berada di area positif.
"Selama bertahan di atas 6.550, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meski demikian, posisi IHSG yang sudah relatif tinggi membuka peluang terjadinya aksi ambil untung atau profit taking dalam jangka pendek.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (4/9/2026). Data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS untuk Agustus akan menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang solid berpotensi membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish.
Sentimen dari Wall Street juga menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik. Pada perdagangan Kamis, Dow Jones Industrial Average menguat 1,18 persen ke level 53.686,11, Indeks S&P 500 naik 1,06 persen menjadi 7.747,71, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,40 persen ke level 26.584,06.
BRI Danareksa Sekuritas turut memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Jumat (4/9/2026).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membentuk base dan berhasil kembali berada di atas MA20, kemudian menembus resistance 6.550 dengan momentum penguatan. Jika mampu bertahan di atas 6.550, BBCA berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 6.816-6.975.
Rekomendasi buy berada di 6.600-6.750 dengan Resistance 1 di 6.820, Resistance 2 di 6.975, Stop loss di bawah 6.500, dan Support di 6.400.
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) membentuk pola reversal dan menembus neckline 1.485, kemudian berhasil melewati level 1.610 dengan momentum yang kuat. Selama mampu bertahan di atas 1.610, LSIP berpeluang melanjutkan penguatan menuju 1.671-1.707.
Rekomendasi buy berada pada area 1.620-1.650 dengan Resistance 1 di 1.670, Resistance 2 di 1.700, serta Stop loss di bawah 1.600.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengalami rebound setelah membentuk base dan berhasil kembali berada di atas MA20 di level 1.301. Saat ini, ARCI menguji resistance 1.360.
Jika mampu menembus level tersebut, momentum penguatan berpotensi berlanjut menuju MA200 di sekitar 1.400. Rekomendasi buy berada pada kisaran 1.300-1.335 dengan Resistance 1 di 1.360, Resistance 2 di 1.400, dan Stop loss di bawah 1.290.
Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, SOFA menghadapi tekanan jual setelah mengalami rejection dari area MA200 di level 364. Tekanan jual juga disertai volume perdagangan yang tinggi.
Selama belum mampu kembali menembus area 364-400, momentum SOFA cenderung melemah. Koreksi berpotensi berlanjut menuju area support 297-273 dengan Trading Plan sell, harga terakhir 326, dan Next support di 297-273.