Emiten Chairul Tanjung Alokasikan Rp300 Miliar Buyback Saham BBHI

Emiten Chairul Tanjung Alokasikan Rp300 Miliar Buyback Saham BBHI
Ilustrasi buyback saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengalokasikan dana maksimum Rp300 miliar guna melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan. Proses buyback ini dijadwalkan berjalan selama tiga bulan, terhitung sejak 3 September sampai 2 Desember 2026.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa sumber dana buyback berasal dari saldo laba ditahan. Besaran dana tersebut setara dengan 1,93% dari keseluruhan total aset yang dimiliki perseroan.

Pelaksanaan transaksi pembelian saham bakal dilangsungkan melalui BEI dengan memanfaatkan jasa satu anggota bursa. Nantinya, saham yang diperoleh dari hasil buyback ditampung sebagai saham treasuri berdasarkan aturan yang berlaku.

“Buyback bertujuan menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja perseroan serta menjaga keselarasan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (03/9) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Apabila perseroan memaksimalkan seluruh dana yang dialokasikan, nilai total aset secara proforma diperkirakan menyusut dari Rp15,57 triliun menjadi Rp15,27 triliun per 30 Juni 2026. Kondisi ekuitas pun diproyeksikan terkoreksi dari Rp7,34 triliun menjadi Rp7,04 triliun.

Perolehan laba bersih secara proforma bakal terkikis dari Rp233,67 miliar menjadi Rp227,67 miliar, sementara laba per saham (EPS) berpotensi turun dari Rp21,51 ke level Rp21,33.

Rasio return on assets (ROA) diperkirakan melandai dari 4% menjadi 3,98%, sedangkan return on equity (ROE) berpeluang terangkat dari 6,31% menuju 6,41%.

Mengenai aspek permodalan, pemanfaatan seluruh dana buyback diproyeksikan memangkas CAR sekitar 2,77 poin persentase, yakni dari 66,35% menjadi 63,58% berdasarkan posisi per 30 Juni 2026.

Kendati terdapat penyesuaian pada beberapa indikator keuangan, manajemen menganggap aksi buyback tidak memberikan dampak material terhadap operasional, likuiditas, maupun ekspansi usaha perseroan.

Allo Bank menegaskan ketersediaan modal kerja dan kas saat ini masih sangat memadai dalam mendukung operasional, pengembangan bisnis, hingga mendanai rencana buyback.

Untuk diketahui, porsi kepemilikan saham BBHI sebesar 60,88% masih dipegang oleh PT Mega Corpora milik Chairul Tanjung, yang menempatkan pebisnis tersebut sebagai ultimate beneficial owner perseroan.

Di sisi lain, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menguasai 11,49% saham BBHI, yang kemudian disusul PT Indolife Investama sebesar 6% dan Abadi Investment sebesar 7%.

Akan tetapi, porsi kepemilikan publik baru mencapai 14,02%, yang artinya masih berada di bawah ketentuan minimum free float BEI sebesar 15%.

Di lantai bursa, pergerakan saham BBHI terpantau naik 0,56% atau menguat 5 poin ke posisi Rp905 per saham hingga pukul 09.21 WIB, Kamis (3/9).

Saham BBHI awalnya dibuka pada level Rp940 per saham, menguat dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya di angka Rp900 per saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index