Bursa Saham AS Menguat, Saham Nvidia dan Dell Technologies Melonjak

Bursa Saham AS Menguat, Saham Nvidia dan Dell Technologies Melonjak
Ilustrasi bursa saham as (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pada perdagangan Rabu (2/9/2026) dan berhasil rebound setelah melemah selama tiga hari berturut-turut. Pelaku pasar kembali memburu saham-saham di berbagai sektor yang dianggap sudah mengalami tekanan harga secara berlebihan.

Seluruh indeks utama Wall Street mencatatkan kenaikan, di mana indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,1%.

Saham maskapai penerbangan, perbankan regional, serta produsen tambang emas dan perak menjadi penopang utama penguatan di tingkat sektoral. Sebaliknya, saham di bidang perangkat lunak dan jasa masih tertekan akibat kekhawatiran dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Indeks Philadelphia SE Semiconductor turut menguat menjelang publikasi laporan keuangan kuartal II Broadcom pascapenutupan pasar. Padahal, indeks ini telah merosot hampir seperempat nilainya sejak akhir Juni meski sempat menjadi pendorong utama bursa AS sepanjang tahun.

Saham Nvidia menguat sebesar 3,2%, sementara saham produsen chip lainnya seperti Micron dan Qualcomm masing-masing naik 2,4% dan 2%.

Lauren Cassidy, Chief Investment Officer Founders 100 ETF di Dallas, menyebutkan bahwa konflik di Timur Tengah masih membayangi pasar dengan ketidakpastian. Namun, berakhirnya perang tersebut dinilai akan meredakan tekanan inflasi dan harga energi.

“Perang ini berlangsung lebih lama dari yang diharapkan siapa pun. Ketika perang berakhir, energi akan mereda dan inflasi tidak akan menjadi masalah sebesar sekarang,” ujar Cassidy sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menambahkan bahwa landasan fundamental bursa saham AS tetap kokoh seiring hasil positif dari musim laporan kinerja keuangan perusahaan.

“Kami baru saja melewati musim laporan keuangan yang mencetak rekor, dengan fundamental yang sangat baik yang didorong oleh percepatan adopsi AI,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, penerapan teknologi AI saat ini masih pada tahap awal dan baru mulai melaju pesat.

“Adopsi AI masih berada pada tahap yang sangat awal dan baru mulai mengalami percepatan. Kami bisa melihat pertumbuhan eksponensial dari sini,” tambah Cassidy sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada penutupan bursa, Dow Jones Industrial Average meningkat 295,01 poin atau 0,56% menuju level 53.061,89.

Indeks S&P 500 menguat 35,16 poin atau 0,46% ke posisi 7.666,63, sedangkan Nasdaq Composite terangkat 118,05 poin atau 0,45% ke level 26.217,83.

Sektor material menjadi yang paling unggul dari 11 sektor utama S&P 500, sementara sektor real estat menjadi satu-satunya yang ditutup melemah.

Penguatan tajam terjadi pada saham Dell Technologies sebesar 15,8% berkat peningkatan proyeksi laba serta pendapatan tahunannya.

Saham produsen minuman Brown-Forman terkerek 3,9% usai melampaui estimasi laba kuartalan, sementara saham Uber Technologies naik 1,6% seiring rencana PHK terhadap 10% karyawannya.

Di sisi lain, pergerakan positif Wall Street masih terhambat oleh aksi jual di pasar obligasi global akibat kekhawatiran inflasi dan tingginya utang pemerintah. Situasi ini diperparah oleh eskalasi pertukaran serangan udara terbesar antara AS dan Iran sejak Juli.

Konflik berkepanjangan tersebut memicu kekhawatiran meluasnya inflasi dan meredupkan prospek perundingan damai.

Kondisi tersebut turut membuka peluang bagi bank sentral untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga.

Laporan ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta AS pada Agustus lebih rendah dari perkiraan, disusul revisi turun pada pesanan barang modal inti. Data tersebut memberikan petunjuk mengenai prospek perlambatan investasi dan belanja perusahaan di AS.

Pelaku pasar selanjutnya menantikan rilis data ekonomi seperti perdagangan internasional, produktivitas kuartal II, dan PMI sektor jasa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index