JAKARTA – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menyiapkan pembagian dividen interim sebesar Rp 145,38 miliar untuk tahun buku 2026. Hari ini, Senin 31 Agustus 2026 menjadi batas akhir investor untuk mendapatkan hak atas pembayaran dividen interim saham YUPI.
Direktur Keuangan YUPI Rusman Apandi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen interim ini telah disetujui oleh dewan komisaris pada 18 Agustus 2026.
"Total nilai dividen yang sudah ditentukan Rp 145,38 miliar dan dividen per saham Rp 17,01," kata Rusman dalam keterbukaan informasi, Kamis (20/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dengan demikian, pemegang saham YUPI yang memenuhi syarat berhak menerima dividen interim sebesar Rp 17,01 per lembar saham yang dimiliki.
Adapun jadwal lengkap pembagian dividen interim YUPI 2026 dimulai dari cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 31 Agustus 2026, lalu ex dividen pada 1 September 2026. Selanjutnya, cum dividen pasar tunai jatuh pada 2 September 2026 dan ex dividen pada 3 September 2026.
Penetapan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen dilakukan pada 2 September 2026, sedangkan pembayaran dividen akan direalisasikan pada 10 September 2026.
Artinya, para investor yang menyasar dividen interim YUPI melalui pasar reguler dan negosiasi wajib tercatat sebagai pemilik saham hingga batas akhir perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Langkah pembagian dividen interim ini didukung oleh capaian positif kinerja keuangan YUPI sepanjang semester I-2026.
Per 30 Juni 2026, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 322,4 miliar.
Pada masa yang sama, YUPI mengantongi saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 606,711 miliar dengan total ekuitas perseroan mencapai Rp 1,74 triliun.
Dari pergerakan di lantai bursa, harga saham YUPI ditutup pada level Rp 1.420 pada perdagangan Senin (31/8/2026), melemah 2,07% atau 30 poin secara harian.
Mengacu pada tingkat harga saham tersebut, dividen interim sebesar Rp 17,01 per saham menawarkan potensi dividend yield sekitar 1,19%.
Para investor mengamati pentingnya tanggal cum date karena transaksi pembelian saham di pasar reguler dan negosiasi setelah tanggal itu tidak lagi menyertakan hak dividen interim yang bakal dicairkan pada 10 September 2026.