JAKARTA – Bursa saham Korea Selatan mencatatkan penguatan pada perdagangan Senin (31/8/2026) berkat dorongan kenaikan harga saham di sektor semikonduktor. Di saat yang sama, para pelaku pasar sedang menunggu publikasi data perdagangan Korea Selatan periode Agustus yang dijadwalkan terbit pada Selasa (1/9/2026).
Indeks acuan KOSPI mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan 31,14 poin atau 0,46% ke posisi 6.820,02 sebagaimana dilansir dari berita sumber. Laju positif ini utamanya disokong oleh performa solid saham-saham di industri teknologi dan chip semikonduktor sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saham Samsung Electronics mencatatkan kenaikan 1,17%, sedangkan SK Hynix menguat sebesar 1,27%. Kenaikan juga dialami oleh produsen baterai LG Energy Solution yang melesat 2,16%.
Sektor otomotif turut menyumbang zona hijau, dengan saham Hyundai Motor menguat 1% dan Kia Corp melonjak 2,34%. Selain itu, saham POSCO Holdings terangkat 0,30% serta Samsung BioLogics naik 2,15%.
Meski demikian, laju penguatan pasar saham Korea Selatan terhambat oleh meningkatnya spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat (28/8) mengatakan bank sentral AS masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila belum mendapatkan keyakinan bahwa inflasi bergerak menuju target 2% sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pernyataan tersebut makin memperbesar dugaan bahwa The Fed berpeluang menaikkan suku bunga guna menekan laju inflasi sebagaimana dilansir dari berita sumber. Saat ini, perhatian investor tertuju pada rilis data ekspor dan impor Korea Selatan bulan Agustus pada hari Selasa guna mengukur kondisi perdagangan serta kinerja industri semikonduktor.
Di pasar valuta asing domestik, mata uang won Korea Selatan menguat 0,69% ke level 1.370,1 won per dolar AS. Pada perdagangan offshore, won juga menguat 0,5% ke posisi 1.370,2 won per dolar AS, sehingga secara akumulatif sepanjang 2026 telah terapresiasi sekitar 5,1% terhadap dolar AS.
Sementara itu, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tercatat mengalami peningkatan. Imbal hasil obligasi tenor tiga tahun naik 2,4 basis poin menjadi 3,822%, sedangkan tenor 10 tahun terangkat 3,9 basis poin ke level 4,313%.
Di tengah reli indeks, pemodal asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) saham Korea Selatan mencapai 639,8 miliar won. Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan indeks KOSPI telah membukukan penguatan sebesar 61,84%.