Saham BBNI Memimpin Penguatan dan MBMA Anjlok di LQ45 per 28 Agustus 2026

Saham BBNI Memimpin Penguatan dan MBMA Anjlok di LQ45 per 28 Agustus 2026
Ilustrasi perdagangan saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan saham-saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak beragam pada 28 Agustus 2026 setelah mengalami penguatan luas di hari sebelumnya.

Total nilai transaksi di bursa mengalami kenaikan menjadi Rp15,1 triliun dari yang sebelumnya Rp13,7 triliun. Di sisi lain, investor asing mencatatkan net jual, baik dari sisi volume yaitu 5,62 miliar saham maupun dari sisi nilai mencapai Rp482,2 miliar.

Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menggambarkan berapa kali lipat harga saham jika dibandingkan dengan laba bersih per sahamnya. Sementara itu, rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham terhadap nilai aset bersih per saham perusahaan.

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatatkan kenaikan paling tinggi di kelompok ini pada perdagangan 28 Agustus, yaitu 1,89%. Sebaliknya, PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) justru berbalik melemah sebesar 1,81% setelah sebelumnya sempat menjadi penggerak utama.

PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turut mengalami pelemahan cukup dalam sebesar 1,63%. Di sisi lain, pergerakan saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) tercatat stagnan.

PT Merdeka Battery Materials (MBMA) mencatatkan penurunan paling besar di kelompok ini pada perdagangan 28 Agustus, yaitu 2,63%. Penurunan tersebut disusul oleh PT Bumi Resources (BUMI) yang terkoreksi 2,06% serta PT United Tractors (UNTR) yang melemah 1,94%.

PT Indika Energy (INDY) bersama PT Merdeka Copper Gold (MDKA) menjadi dua saham yang sukses menguat di kelompok ini. Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang posisi PBV terendah dari seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,38 kali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index