Harga Bitcoin Turun di Bawah USD 80.000 Akibat Suku Bunga AS Ketat

Harga Bitcoin Turun di Bawah USD 80.000 Akibat Suku Bunga AS Ketat
Ilustrasi Bitcoin (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga bitcoin kembali turun di bawah USD 80.000 pada Jumat (28/8), setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh berjanji mengembalikan inflasi ke target hingga memicu imbal hasil obligasi Treasury jangka pendek lebih tinggi.

Pergerakan tersebut tergolong moderat dan bukan merupakan pembalikan dari pemulihan kripto yang lebih luas. Warsh menyatakan inflasi harus bergerak jelas menuju target The Fed, memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan dapat tetap ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.

Bitcoin melemah bersama aset sensitif suku bunga lainnya tetapi tetap jauh di atas level yang terlihat awal bulan ini. Pasar kripto masih berada dalam ketidakpastian tanpa arah yang jelas setelah terjadi short squeeze akibat likuidasi rekor pada taruhan bearish dengan leverage minggu lalu.

Open interest untuk futures Bitcoin, yang merupakan mayoritas perdagangan kripto, belum menunjukkan pemulihan signifikan setelah kerugian tersebut berdasarkan data dari Coinglass.

“Meskipun ada sedikit kecenderungan agresif dari Warsh, pasar mencerna semua ini dengan relatif baik sejauh ini. Bagi kami, pidato tersebut sesuai dengan ekspektasi," kata pedagang OTC Wintermute, Jasper De Maere sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut De Maere, terdapat blok opsi beli (call option) senilai USD 85.000 dalam jumlah sangat besar dengan tanggal kedaluwarsa September, serta opsi beli senilai USD 90.000 untuk kedaluwarsa November dan Desember sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bitcoin turun hingga 4% menjadi USD 76.871 dan hampir tidak berubah sepanjang minggu. Pada minggu sebelumnya, Bitcoin sempat mencatatkan kenaikan 23%, meski angka tersebut masih turun sekitar 40% dari harga tertinggi sepanjang masa sebesar USD 126.000 pada Oktober lalu.

Para trader mengamati metrik jangka panjang guna mengukur kesehatan pemulihan pasar. Menurut laporan riset Galaxy Digital, dalam empat dari lima pasar bearish kripto yang telah selesai, titik terendah dipastikan tercapai begitu rata-rata pergerakan 50 minggu pertama kali ditembus ke atas.

“Dari sini semuanya bergantung pada rata-rata pergerakan 50 minggu, rata-rata tersebut perlu bertahan pada penutupan mingguan agar struktur bullish tetap utuh, dan altcoin adalah ekspresi beta yang lebih tinggi dari pengujian yang sama,” kata salah satu pendiri Secure Digital Markets, Mostafa Al-Mashita sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Para pedagang opsi kripto bersikap optimis namun tetap waspada dalam jangka menengah hingga panjang. Setelah Bitcoin melonjak dari USD 62.000 menjadi USD 80.000 dalam sepekan, opsi Bitcoin senilai USD 6,4 miliar yang akan berakhir di bursa Deribit membuat pelaku pasar menghadapi keputusan posisi kunci yang dapat memperkuat volatilitas.

Pendiri dan CEO Two Prime, Alex Blume, melihat kecenderungan mulai bergeser lebih banyak ke opsi beli (call option) dan volatilitas tersirat naik di atas titik terendah historis beberapa bulan terakhir. Masa kedaluwarsa ini memberikan kesempatan bagi pasar untuk mengatur ulang posisinya.

“Kami ingin melihat apakah kecenderungan terus berlanjut ke arah opsi beli dan apakah volatilitas tersirat tetap tinggi," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index