Gubernur Sumut Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Melantai di Bursa Efek

Gubernur Sumut Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Melantai di Bursa Efek

FINANSIALINSIGHT.COM — Langkah awal menuju pasar modal tengah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi disebut memiliki peluang besar untuk menjadi perusahaan terbuka. Menantu Presiden ke-7 Joko Widodo itu menilai kedua BUMD ini memiliki hubungan langsung dengan pemprov, sehingga lebih fleksibel dalam pengembangan usaha.

"BUMD kami lebih fleksibel tentunya karena hubungannya langsung ke Pemprov (Sumut). Namun tentunya tantangannya tidak mudah," ungkap Bobby dalam keterangan resmi Pemprov Sumut seusai pertemuan dengan jajaran BEI di Medan, Rabu (26/8).

Ekosistem Bisnis Jadi Kunci Daya Tarik Investor

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Solihin, menekankan bahwa persiapan menuju pasar modal membutuhkan penguatan ekosistem bisnis. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dinilai memiliki berbagai fasilitas dan potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kedua BUMD tersebut.

Menurut Saidu, daya tarik utama bagi investor bukan hanya kinerja keuangan semata. Ia mencontohkan, untuk kasus Bank Sumut, kisah sukses pembangunan ekonomi yang melibatkan bank daerah tersebut bisa menjadi nilai jual yang kuat di mata investor.

"Yang pertama, apa yang membedakan Bank Sumut dengan bank lainnya, yang bisa kita tawarkan ke investor adalah story Pemprov Sumut, bagaimana pemprov melibatkan Bank Sumut dalam pembangunan ekonomi dan menciptakan ekosistem kuat," kata Saidu.

Antrean IPO di BEI Capai Tujuh Perusahaan

Berdasarkan pipeline IPO hingga 28 Agustus 2026, BEI mencatat ada tujuh calon emiten yang tengah mengantre untuk mencatatkan sahamnya. Dari jumlah tersebut, tiga perusahaan masuk dalam kategori skala besar dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar. Dua perusahaan lainnya memiliki aset skala menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, dan dua perusahaan sisanya masuk skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

Klasifikasi ini merujuk pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Adapun sektor yang diwakili para calon emiten cukup beragam, mulai dari industri, kesehatan, energi, hingga konsumer non-siklikal. Sektor kesehatan menjadi yang paling banyak dengan empat perusahaan, disusul industri, energi, dan konsumer masing-masing satu perusahaan.

"Sampai dengan 28 Agustus 2026, telah tercatat 7 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 2,16 triliun," tulis Saidu dalam laporannya, Jumat (28/8).

Langkah Pemprov Sumut untuk membawa Bank Sumut dan Tirtanadi ke bursa menjadi sinyal positif bagi penguatan BUMD di daerah. Keberhasilan IPO nantinya akan menentukan seberapa besar kontribusi kedua perusahaan ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index