Saham DSSA Melesat 10,96 Persen Seiring Prospek Transformasi Bisnis AI

Saham DSSA Melesat 10,96 Persen Seiring Prospek Transformasi Bisnis AI
Ilustrasi saham dssa (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham emiten Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Hal ini dipicu oleh prospek transformasi bisnis perseroan ke sektor infrastruktur digital serta kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.30 WIB, harga saham DSSA melonjak 10,96 persen ke level Rp1.265 per unit. Sementara itu, nilai transaksinya tercatat mencapai Rp471,64 miliar.

Lonjakan tersebut meneruskan tren positif pergerakan saham DSSA sebelumnya. Dalam kurun sepekan terakhir harganya melambung 20,95 persen, sedangkan dalam satu bulan telah melesat 48,54 persen.

Analis MNC Sekuritas menilai DSSA sedang mengakselerasi transformasi bisnisnya menuju infrastruktur digital dan teknologi AI. Langkah tersebut tercermin dari pertumbuhan segmen digital dan teknologi yang mencapai 50 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pascamerger MyRepublic dan Mora Telematika.

Dalam riset tertulisnya pada Jumat (28/8/2026), MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa laba bersih DSSA pada kuartal I-2026 tercatat sebesar USD82,3 juta atau tumbuh 2,2 persen YoY. Adapun pendapatannya tercatat sebesar USD693,2 juta (turun 6 persen YoY), namun margin laba bersihnya tetap terjaga stabil di level 11,9 persen.

MNC Sekuritas mencermati bahwa perseroan mulai mengalihkan fokus strategisnya dari sektor komoditas batu bara ke portofolio infrastruktur digital terintegrasi. Portofolio tersebut mencakup pusat data, jaringan fiber optik, hingga penyediaan solusi berbasis AI.

Salah satu katalis utamanya yakni pembangunan pusat data melalui joint venture 50:50 bersama LG CNS. Proyek ini memiliki kapasitas total 60 megawatt (MW), dengan lebih dari 18 MW di antaranya berstatus AI-ready yang mampu menampung hingga 2.400 rak GPU.

Fasilitas pusat data tersebut diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV-2026. Di samping itu, DSSA turut mengembangkan 25 edge data center melalui SM+ serta menjalin kemitraan strategis teknologi AI dengan iFLYTEK.

Ditinjau dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menilai pergerakan saham DSSA hingga saat ini masih bertahan dalam fase uptrend.

“Posisi DSSA masih berada di fase uptrend dan diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave (c) dari wave [iii] dari wave C,” tulis MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Atas dasar analisis teknikal tersebut, MNC Sekuritas memperkirakan target kenaikan harga saham DSSA berpotensi menuju kisaran level Rp1.240-Rp1.290.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index