Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham BUVA CDIA MYOR Hari Ini

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham BUVA CDIA MYOR Hari Ini
Ilustrasi Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 20 Agustus 2026 ditutup menguat +1,68% atau +107 poin ke level 6.501. Apresiasi yang membuat IHSG lanjut reli hingga bertahan di atas level 6.500 ini sejalan dengan aliran dana masuk investor asing di pasar reguler sebesar Rp 733 miliar.

Pasar pekan ini sedang mencermati pengumuman rebalancing indeks FTSE pada 22 Agustus 2026 pukul 5:00 WIB. FTSE Russell memutuskan untuk memperpanjang durasi pemantauan pasar modal Indonesia, sehingga tidak ada penyesuaian bobot maupun penambahan saham baru hingga akhir tahun.

Kabar dari emiten menyebutkan bahwa $TPIA telah menandatangani perjanjian bersyarat (CSPA) guna mengambil alih bisnis otomotif Cycle & Carriage di Malaysia dan Singapura. Cycle & Carriage sendiri merupakan grup otomotif terkemuka kawasan Asia Tenggara yang beroperasi sejak tahun 1899 dan menaungi berbagai merek global seperti Mercedes-Benz, Mitsubishi, Kia, Citroën, PEUGEOT, Maxus, ORA, Smart, Gogoro, Leapmotor, Zhongtong, serta Sinotruk.

Dari ranah global, bursa Wall Street kompak melemah dengan Indeks Nasdaq terkoreksi -1% dan Dow Jones turun -1,31%. Sentimen negatif pasar tericu oleh lonjakan harga minyak Brent yang kembali menyentuh USD 93,7/barel (+2,36%).

Kenaikan juga terjadi pada imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke level 4,7% setelah sempat melandai akibat rencana Kementerian Keuangan AS meningkatkan pembelian utang jangka panjang (20/8). Di sisi lain, Anthropic selaku perusahaan AI pengembang Claude bersiap menggelar IPO berdasar target pengajuan akhir Agustus 2026 dengan dana yang diincar setara atau melebihi SpaceX senilai USD 75 miliar.

Laju IHSG hari ini diperkirakan bergerak bervariasi pada rentang 6.300-6.400. Berikut adalah uraian rekomendasi saham dari Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih.

Saham pertama adalah $BUVA dengan rekomendasi Trading Buy di mana harga penutupan berada di level Rp745, Take Profit Rp775, dan Stop Loss Rp710.

"BUVA berada di area support dengan first day up serta tekanan jual yang mulai menurun. Indikator stochastic berada di area oversold, yang mengindikasikan potensi rebound jangka pendek," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di luar faktor teknikal, perseroan memiliki aksi korporasi rights issue dengan menerbitkan 6.154.263.660 saham baru (20% dari modal disetor) berharga pelaksanaan Rp250 per saham dan rasio 4:1 dengan cum date 24 September 2026.

Apabila terdapat sisa saham yang tidak dieksekusi, pembeli siaga terdiri dari PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Bapak Hapsoro, dan Bapak Ferry Sudjono.

Perolehan dana rights issue yang mencapai Rp1,53 triliun ini akan dialokasikan sebesar 35,50% (Rp546,18 miliar) untuk pengembangan Uluwatu Estate dan Alila Ubud, 37,08% (Rp570,49 miliar) untuk penyertaan modal anak usaha, dan 27,15% (Rp417,80 miliar) untuk pelunasan utang.

Saham kedua adalah $CDIA (Trading Buy) dengan harga penutupan Rp705, Take Profit Rp740, dan Stop Loss Rp675.

"CDIA berada di area support dan berpotensi melanjutkan penguatan dengan membentuk pola cup and handle. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan bar histogram dalam momentum akumulasi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saham ketiga adalah $MYOR (Accum Buy) dengan harga penutupan Rp1.685, Take Profit Rp1.740, serta Stop Loss Rp1.640.

"MYOR berada di area support dan membentuk long white candle. Indikator stochastic menunjukkan crossing di area oversold yang mengindikasikan potensi rebound," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara fundamental, kinerja MYOR pada 2Q26 melandai secara kuartalan akibat high base momen Lebaran di 1Q26. Pendapatan perseroan tercatat Rp8,53 triliun atau turun 9,19% secara kuartalan (qoq), namun masih tumbuh 7,47% secara tahunan (yoy).

Laba kotor MYOR tercatat sebesar Rp2,12 triliun (turun 15,08% qoq, naik 31,32% yoy). Sementara itu, perolehan laba bersih mencapai Rp763,9 miliar yang menandakan penurunan 19,22% qoq tetapi melonjak 60,08% yoy.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index