IHSG Sesi I Naik 0,57 Persen ke 6.270 Saham MDKA INCO INDY Melesat

IHSG Sesi I Naik 0,57 Persen ke 6.270 Saham MDKA INCO INDY Melesat
Ilusrasi saham (FOTO: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sepanjang sesi pertama perdagangan Selasa (4/8/2026), ditopang penguatan mayoritas sektor serta sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Mengutip data RTI pada pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup di sesi I naik 0,57% atau 35,66 poin ke level 6.270,16. Sebanyak 381 saham menguat, 229 saham melemah, dan 178 saham bergerak stagnan.

Volume perdagangan mencapai 19,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,5 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh sembilan indeks sektoral. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar adalah IDX Property yang melonjak 3,68%, disusul IDX Transportation naik 1,58%, dan IDX Basic menguat 1,13%.

Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 5,88% ke Rp 2.880. Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 4,33% ke Rp 5.425, serta PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 3,42% ke Rp 2.420.

Sementara itu, saham LQ45 yang mengalami pelemahan terdalam adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 6,07% ke Rp 1.780. Lalu PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melemah 1,60% ke Rp 615, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terkoreksi 0,86% ke Rp 460.

Dari dalam negeri, sentimen pasar masih ditopang oleh data ekonomi yang relatif solid.

Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli tercatat berada di level 50,2, menandakan aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi. Sementara itu, inflasi tahunan tetap terkendali di 2,88%.

Meski demikian, optimisme investor masih dibatasi oleh defisit neraca perdagangan sebesar US$ 450 juta.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati lanjutan musim laporan keuangan emiten semester I 2026. Pasar juga menyoroti perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan harga minyak, serta prospek ekonomi global di tengah meningkatnya risiko perlambatan.

Dari eksternal, sentimen juga cenderung positif. Bursa saham Asia bergerak menguat pada awal perdagangan Selasa, mengikuti reli Wall Street pada sesi sebelumnya.

Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang naik 0,1%, didorong oleh penguatan saham Korea Selatan.

Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 E-mini menguat tipis setelah indeks-indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi. Hal tersebut terjadi menyusul data yang menunjukkan aktivitas manufaktur Amerika Serikat pada Juli mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Kondisi tersebut meningkatkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi global, meski pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index