IHSG Diproyeksi Terbatas, Cek Saham TINS, EMTK, dan JELI

IHSG Diproyeksi Terbatas, Cek Saham TINS, EMTK, dan JELI
Ilusrasi pasar saham (FOTO: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (4/8/2026) setelah sehari sebelumnya ditutup relatif stagnan.

Pada perdagangan Senin (3/8), IHSG terkoreksi tipis 0,03 persen ke level 6.234,49, seiring pelaku pasar memilih bersikap wait and see di tengah beragam sentimen domestik maupun global.

Dari dalam negeri, aktivitas manufaktur Indonesia masih menunjukkan ekspansi. Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Juli berada di level 50,2, sementara inflasi tahunan tetap terkendali di 2,88 persen.

Namun, sentimen positif tersebut diimbangi oleh defisit neraca perdagangan sebesar US$ 450 juta, sehingga membatasi ruang penguatan IHSG.

Ke depan, investor akan mencermati lanjutan musim laporan keuangan emiten semester I 2026, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan tekanan harga minyak, serta prospek ekonomi global di tengah meningkatnya risiko perlambatan.

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah dan arus dana asing juga diperkirakan masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

Mengutip riset Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 6.186–6.130 dan resistance 6.268–6.300 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang menguji resistance terdekat masih terbuka.

Namun, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi di tengah beragam sentimen global dan domestik.

Sentimen eksternal juga cenderung positif setelah indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,32 persen ke level 53.178,41, S&P 500 menguat 1,48 persen menjadi 7.600,50, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 2,13 persen ke level 25.913,90.

Rekomendasi saham BRI Danareksa Sekuritas:

PT Timah Tbk (TINS) TINS berhasil menembus (breakout) dan bertahan di atas area 3.640–3.700 yang kini menjadi level support sebagaimana dilansir dari berita sumber. Selama area tersebut tetap terjaga, saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju 3.890 hingga 4.020 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Buy: 3.600–3.750 Target 1: 3.890 Target 2: 4.020 Stop loss: di bawah 3.580

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) EMTK masih bertahan di atas area support 492–510, sehingga peluang rebound dinilai tetap terbuka sebagaimana dilansir dari berita sumber. Apabila mampu menembus resistance di 540, momentum kenaikan berpotensi berlanjut hingga 560 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Buy: 500–520 Target 1: 540 Target 2: 560 Stop loss: di bawah 490

PT Niramas Utama Tbk (JELI) JELI berhasil keluar dari pola falling channel dan kini menguji area resistance 730–755, didukung harga yang kembali berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Jika mampu bertahan di atas area breakout, saham ini berpeluang menguat menuju 800 hingga 860 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Buy: 740–780 Target 1: 800 Target 2: 860 Stop loss: di bawah 730

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) BRI Danareksa masih merekomendasikan trading sell untuk saham LUCY sebagaimana dilansir dari berita sumber. Secara teknikal, saham ini masih berada dalam tren turun setelah menembus support 850, disertai tekanan jual yang tinggi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selama belum mampu kembali ke atas area tersebut, risiko pelemahan menuju level support berikutnya di 193 masih terbuka.

Rekomendasi: Trading Sell Harga terakhir: 224 Support berikutnya: 193

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index