Laba Gudang Garam Melonjak 2.440 Persen pada Semester I 2026

Laba Gudang Garam Melonjak 2.440 Persen pada Semester I 2026
Ilusrasi PT Gudang Garam Tbk (FOTO: NET)

JAKARTA – Pergerakan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menunjukkan performa positif dalam sebulan terakhir dengan lonjakan mencapai 25,81%. Pada perdagangan Senin (3/8/2026), saham emiten rokok GGRM tersebut ditutup pada tingkat Rp 19.500 atau menguat 2,63%.

Volume perdagangan saham Gudang Garam kemarin mencatatkan 3,64 juta saham melalui frekuensi 5.789 kali transaksi, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 70,82 miliar. Pada saat yang sama, investor asing membukukan net buy senilai Rp 38,22 miliar.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, akumulasi net buy oleh investor asing pada saham Gudang Garam menembus angka Rp 194,57 miliar.

Apabila ditinjau dari rentang waktu yang lebih panjang, pergerakan saham Gudang Garam melesat hingga 119,72% dalam kurun satu tahun terakhir. Capaian ini menjadi pencapaian yang sangat luar biasa.

Kendati demikian, level harga saham Gudang Garam saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masanya yang sempat menyentuh Rp 100.975 pada Maret 2019.

Di sisi lain, kebangkitan pergerakan saham GGRM belakangan ini ditopang oleh peningkatan raihan laba bersih perusahaan.

Sepanjang semester I-2026, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun.

Angka laba bersih tersebut melonjak signifikan sebesar 2.440% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang senilai Rp 117,16 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2026, emiten rokok Gudang Garam mencatatkan laba per saham sebesar Rp 1.547. Angka tersebut melesat drastis dibandingkan posisi Rp 61 pada akhir Juni 2025.

Dari segi pendapatan, Gudang Garam sebenarnya mencatatkan penurunan omzet menjadi Rp 41,17 triliun dari sebelumnya Rp 44,36 triliun pada semester I-2025. Meski demikian, perseroan berhasil menekan biaya pokok ke posisi Rp 35,19 triliun dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 40,58 triliun.

Melalui efisiensi tersebut, Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba bruto sebesar Rp 5,98 triliun pada enam bulan pertama tahun ini, menguat dari Rp 3,78 triliun pada periode Januari-Juni 2026.

Total aset perseroan turut menguat hingga mencapai Rp 77,87 triliun yang ditopang oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 8,71 triliun per 30 Juni 2026. Sementara itu, total liabilitas GGRM berada pada posisi Rp 13,77 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index