Bursa Eropa Melemah Akibat Konflik Amerika Serikat dan Iran Memanas

Bursa Eropa Melemah Akibat Konflik Amerika Serikat dan Iran Memanas
Ilustrasi Saham (Sumber : NET)

JAKARTA – Bursa saham Eropa memulai perdagangan hari Senin (20/7/2026) dengan pelemahan akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali mendongkrak harga minyak global. Situasi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi lonjakan inflasi menjelang dimulainya periode laporan keuangan emiten.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 mengalami penurunan sebesar 0,2 persen ke level 640,45 di awal sesi. Sentimen negatif ini dipicu oleh operasi militer AS di Iran yang telah memasuki hari kesembilan, serta meningkatnya risiko gangguan operasional kapal tanker di Selat Hormuz.

Dinamika tersebut mendorong harga minyak mentah Brent menembus angka US$ 90 per barel untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sebulan. "Kenaikan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Seiring lonjakan harga minyak, saham sektor energi mencatatkan kenaikan 1,4 persen karena sentimen positif terhadap komoditas. Sebaliknya, sektor perjalanan dan rekreasi justru tertekan sebesar 1,3 persen akibat kekhawatiran terhadap kenaikan biaya bahan bakar.

Saham maskapai Ryanair mengalami penurunan paling tajam di STOXX 600 dengan koreksi sebesar 4,6 persen. Perusahaan mencatat penurunan laba kuartal pertama sebesar 34 persen dibandingkan periode tahun lalu akibat beban bahan bakar dan tarif tiket yang lebih rendah.

Di sisi lain, saham sektor teknologi mampu menguat 0,4 persen menjelang perilisan laporan kinerja perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat. Investor menaruh harapan bahwa kinerja emiten teknologi akan menjadi pemicu baru bagi reli saham berbasis kecerdasan buatan, meskipun hasil dari ASML dan TSMC pekan lalu belum memberikan dampak signifikan.

Selain itu, para pelaku pasar sedang memantau rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pada minggu ini. Sebagian besar pasar memprediksi ECB akan mempertahankan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian ekonomi dan risiko inflasi akibat memanasnya geopolitik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index