M-DAQ Global Integrasikan METech untuk Perkuat Layanan di Vietnam

M-DAQ Global Integrasikan METech untuk Perkuat Layanan di Vietnam
Ilustrasi: M-DAQ Global resmi mengintegrasikan METech untuk memperkuat layanan pembayaran di Vietnam. (Foto: NET)

JAKARTA – M-DAQ Global, perusahaan fintech asal Singapura yang bergerak di solusi valuta asing dan pembayaran lintas negara, resmi menandatangani perjanjian integrasi strategis dengan METech di Vietnam. Langkah ini memberikan dampak langsung bagi pelaku bisnis Indonesia yang beroperasi di Vietnam sebagai salah satu koridor perdagangan utama di Asean.

Pencapaian ini merupakan upaya penting M-DAQ dalam membangun Asean Payments Hub yang terintegrasi dengan kemampuan konversi valuta asing dan pembayaran lintas batas. “Melalui integrasi strategis ini, M-DAQ kini memiliki infrastruktur pembayaran berlisensi di Vietnam, sehingga dapat memproses penerimaan dan pembayaran lokal dalam mata uang Vietnamese Dong (VND),” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Akses langsung ke jalur penerimaan dan pembayaran VND tersebut mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga serta meningkatkan kendali atas koridor pembayaran di Asia Tenggara. Hal ini memungkinkan arus pembayaran yang lebih efisien bagi pelaku usaha Indonesia dan Vietnam yang melakukan aktivitas perdagangan lintas negara.

Vietnam menjadi pasar strategis karena merupakan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asean. Keahlian teknologi dan regulasi METech, ditambah hubungan yang kuat dengan perbankan di Vietnam, menjadi pondasi bagi M-DAQ untuk menghubungkan pasar Vietnam dengan platform regional mereka.

Integrasi ini menambah portofolio M-DAQ menjadi lima lisensi teregulasi di empat pasar utama Asean, menyusul ekspansi mereka melalui EasyPay di Malaysia dan Wallex di Indonesia. 

“Dengan bergabungnya METech, M-DAQ kini memiliki lima lisensi teregulasi, termasuk di empat pasar utama Asean. Keahlian lokal METech dan infrastruktur regional M-DAQ akan memperkuat kemampuan grup dalam mendukung arus pembayaran lintas negara, baik antarnegara Asean maupun antara Asean dan pasar global,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Bagi Indonesia, integrasi ini memperkuat koridor pasar utama yang relevan dengan pertumbuhan ekonomi digital dengan nilai gross merchandise value (GMV) yang diperkirakan mencapai hampir US$ 100 miliar pada 2025. Dari sisi kebijakan, Indonesia dan Vietnam telah menargetkan hubungan ekonomi bilateral senilai US$ 18 miliar pada 2028.

Seiring meningkatnya transaksi perdagangan, integrasi ini diharapkan mampu melancarkan aktivitas perdagangan di salah satu koridor bisnis terpenting di Asia Tenggara. “Kami bangga dapat memulai kehadiran pertama M-DAQ di Vietnam melalui integrasi ini, sekaligus memperkuat strategi kami di Asean. Langkah ini membuka peluang baru di Asia Tenggara, memperkuat konektivitas antarpasar, dan mendukung pengembangan layanan pembayaran lintas negara yang dapat tumbuh lebih luas seiring kebutuhan bisnis di kawasan,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Vietnam menawarkan peluang besar dengan ekonomi digital yang diperkirakan mencapai US$ 72,1 miliar pada 2025 atau setara dengan lebih dari 14 persen PDB nasional. Pemerintah Vietnam bahkan menargetkan kontribusi ekonomi digital meningkat menjadi 30 persen pada 2030, sementara pasar e-commerce domestiknya diperkirakan mencapai US$ 31 miliar pada 2025.

Pasar e-commerce B2C lintas negara di Vietnam diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 13,39 miliar pada 2031, yang menunjukkan potensi besar dalam koridor perdagangan regional. “Melalui integrasi dengan M-DAQ, kami ingin membawa pengalaman tersebut ke pasar yang lebih luas, dengan menggabungkan infrastruktur lokal yang kami miliki dan jangkauan regional M-DAQ untuk membuka peluang pertumbuhan baru di Asean. Bersama-sama, kami ingin menghadirkan standar pembayaran lintas negara yang lebih cepat, andal, dan transparan,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index