JAKARTA - Pasar modal Indonesia menunjukkan sinyal positif dengan meningkatnya minat perusahaan untuk melantai di bursa.
Tren ini menjadi indikasi kuat bahwa dunia usaha semakin percaya diri terhadap prospek ekonomi ke depan. Momentum tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2026 dengan kehadiran sejumlah emiten besar.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 12 calon emiten berada dalam antrean penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Dari jumlah tersebut, mayoritas perusahaan yang akan melantai memiliki skala aset yang besar. Kondisi ini mencerminkan potensi besar dalam pergerakan pasar modal nasional.
Dominasi Emiten Berskala Besar
Dari total calon emiten yang tercatat, sebanyak 11 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala besar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan fundamental kuat mulai memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Kehadiran mereka diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas pasar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan hanya satu perusahaan yang memiliki aset skala menengah. Perusahaan tersebut berada pada kisaran aset Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, perusahaan lainnya memiliki aset di atas Rp 250 miliar yang menunjukkan dominasi emiten besar.
"Satu perusahaan aset skala menengah, aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. 11 Perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar," ujar Nyoman.
Pernyataan ini menegaskan bahwa komposisi calon emiten saat ini didominasi oleh perusahaan dengan kapasitas finansial yang kuat. Hal ini juga mencerminkan kesiapan perusahaan besar untuk berekspansi melalui pasar modal.
Sebaran Sektor Calon Emiten
Secara sektoral, ke-12 calon emiten tersebut berasal dari berbagai lini usaha. Tiga perusahaan berasal dari sektor consumer non-cyclicals yang biasanya memiliki daya tahan tinggi terhadap fluktuasi ekonomi. Selain itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor energi dan sektor finansial.
Tidak hanya itu, terdapat dua perusahaan dari sektor healthcare yang menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap industri kesehatan. Dua perusahaan lainnya berasal dari sektor infrastruktur yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
Sementara itu, dua perusahaan dari sektor teknologi dan satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik juga turut meramaikan daftar calon emiten.
Aksi korporasi berskala besar itu diproyeksikan akan digelar pada 2026. Kehadiran berbagai sektor ini mencerminkan diversifikasi industri yang akan masuk ke pasar modal. Kondisi ini memberikan peluang bagi investor untuk memiliki portofolio yang lebih beragam.
Optimisme Pelaku Pasar Modal
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengatakan minat perusahaan untuk masuk ke bursa terus meningkat. Tren ini mulai terlihat jelas dan diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan tinggi dari pelaku usaha terhadap pasar modal.
Mandiri Sekuritas saat ini tengah memantau empat hingga lima perusahaan yang berpotensi melakukan IPO. Seluruh perusahaan tersebut kemungkinan besar akan masuk ke pasar modal pada 2026. Kondisi ini menambah panjang daftar pipeline IPO yang sudah ada sebelumnya.
“Saya baru lihat IPO ya. Rights issue saya belum lihat, tapi banyak yang benar-benar mau ke capital market sih banyak tahun ini. Saya sih, at least ada empat hingga lima yang kita lagi liatin, itu seharusnya akan masuk ke capital market,” ujar Oki.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa minat terhadap IPO tidak hanya datang dari satu atau dua perusahaan saja. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa pasar modal sedang berada dalam fase pertumbuhan.
Potensi Pertumbuhan IPO yang Lebih Besar
Empat hingga lima calon emiten yang sedang dipantau Mandiri Sekuritas baru merupakan tahap awal dari pipeline IPO 2026. Oki menyebut pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut masih akan terus berlanjut. Hal ini membuka peluang adanya tambahan emiten baru yang akan masuk ke pasar.
Ia juga meyakini jumlah perusahaan yang akan melantai di bursa akan semakin bertambah. Keyakinan ini didasarkan pada tingginya minat dari berbagai perusahaan di berbagai sektor. Dengan demikian, potensi pasar IPO tahun ini diperkirakan akan jauh lebih besar.
“IPO kira-kira segitu. Itu baru itu awal ya, belum ngobrol lebih panjang lagi. Jadi menurut saya sih confident. Lagipula itu baru kita ya, belum underwriter yang lain. Jadi seharusnya sih lebih marah, lebih menarik,” pungkasnya. Pernyataan tersebut menegaskan optimisme bahwa pasar IPO 2026 akan lebih ramai dan menarik dibandingkan tahun sebelumnya.