ULTJ Menerbitkan 7,87 Miliar Saham Baru demi Ambil Alih Frisian Flag

Jumat, 18 September 2026 | 21:16:21 WIB
Ilustrasi PT Ultrajaya Milk Industry (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengumumkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

Menurut keterbukaan informasi Jumat (18/9/226), Ultrajaya akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 7,87 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham.

Corporate Secretary ULTJ, Helina Widayani, menjelaskan dana hasil rght issue ini, setelah dikurangi berbagai biaya, akan dialokasikan hampir seluruhnya untuk mengambil alih Frisian Flag Indonesia (FFI).

Sekitar 86,01% dari total dana rencananya digunakan untuk mengakuisisi 100% saham FFI yang telah ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,56 triliun yang direalisasikan melalui skema inbreng.

"Sisanya dalam bentuk penyetoran tunai akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja termasuk untuk beban bahan langsung dan upah langsung, beban pemeliharaan dan perbaikan, dan beban listrik," kata Helina, Jumat (18/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun transaksi ini tidak sepenuhnya berbentuk setoran tunai. Pemegang saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI), yaitu FrieslandCampina International Holding B.V (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. , dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa akan menyetorkan saham FFI mereka sebagai modal atau skema inbreng ke Ultrajaya, sebagai ganti saham baru Ultrajaya, sementara pemegang saham publik yang melaksanakan haknya akan membayar tunai.

Sesuai dengan ketentuan POJK HMETD dan Anggaran Dasar Perseroan, PMHMETD IV dapat dilaksanakan setelah meraih sejumlah persyaratan, anta lain, perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB sehubungan dengan rencana right issue, penyampaian pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD IV beserta dokumen pendukungnya kepada OJK dan pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD IV telah dinyatakan efektif oleh OJK.

ULTJ bermaksud untuk meminta persetujuan kepada para pemegang saham Perseroan atas Rencana PMHMETD IV dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2026.

Tags

Terkini