JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 17 September 2026 diwarnai pembalikan arah tajam di beberapa saham berharga mahal. Total nilai transaksi bursa naik menjadi Rp13,9 triliun dari Rp12,3 triliun pada perdagangan sebelumnya.
Investor asing mencatat net beli dalam jumlah relatif kecil, baik dari sisi volume (53,3 juta saham) maupun nilai (Rp160,2 miliar). Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.
Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.
PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) mencatat kenaikan terbesar di kelompok ini pada perdagangan 17 September, 2,17%, disusul PT Bank Mandiri (BMRI) yang naik 2,11%. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) jadi penurun terbesar, 1,64%.
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) stagnan. PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melesat 5,00% pada perdagangan 17 September, kenaikan terbesar di antara seluruh 20 saham gabungan.
PT Amman Mineral Internasional (AMMN) justru berbalik anjlok 4,85%, setelah menguat pada perdagangan sebelumnya. PT Merdeka Battery Materials (MBMA) dan PT Darma Henwa (DEWA) turut menguat kuat, DEWA sekaligus memulihkan sebagian penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, 0,37 kali.