Low Tuck Kwong Jual 10 Miliar Saham BYAN ke Perusahaan Haji Isam

Jumat, 18 September 2026 | 18:10:00 WIB
Ilustrasi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) (FOTO : NET)

JAKARTA – Pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Dato’ Dr Low Tuck Kwong bersama putrinya, Elaine Low, bakal mengalihkan 10.000.000.500 saham perseroan kepada PT Jhonlin Baratama.

Jhonlin Baratama merupakan entitas usaha dari Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam.

Rencana pengalihan kepemilikan saham tersebut dituangkan ke dalam perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sale and purchase agreement) yang disepakati pada Rabu (16/9/2026).

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menjelaskan, kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama sebagai pihak pembeli.

“Bapak Low Tuck Kwong dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa perseroan,” tulis Jenny dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (17/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Apabila transaksi rampung dan seluruh kondisi pendahuluan telah dipenuhi, Jhonlin Baratama resmi menjadi pemegang 10.000.000.500 saham biasa BYAN.

Kendati demikian, proses transaksi ini belum sepenuhnya final lantaran masih terikat perjanjian bersyarat.

Penyelesaian dari transaksi ini sepenuhnya bergantung pada pemenuhan berbagai syarat pendahuluan yang tercantum dalam perjanjian.

Manajemen Bayan Resources tidak membeberkan secara mendalam mengenai persyaratan yang wajib dipenuhi oleh Jhonlin Baratama sebelum transaksi dapat dituntaskan.

“Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, pembeli akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa perseroan,” lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bayan Pastikan Operasional Tak Terganggu

Bayan Resources menegaskan bahwa rencana pengalihan porsi saham tersebut tidak akan membawa dampak negatif terhadap operasional bisnis perseroan.

Pihak perseroan turut menyatakan bahwa transaksi ini tidak mengakibatkan dampak material negatif yang dapat mengganggu aktivitas operasional perusahaan.

Bayan Resources menjamin tidak terdapat dampak material negatif terhadap aspek hukum, kondisi finansial, maupun kelangsungan bisnis perseroan.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BYAN ditutup menguat 175 poin atau 1,54 persen menuju posisi Rp 11.525 per saham pada sesi perdagangan Kamis (17/9/2026).

Pergerakan saham BYAN berada dalam rentang Rp 11.200 sampai Rp 11.800 di sepanjang sesi perdagangan.

Volume transaksi saham tercatat berada di kisaran 29.080 lot. Adapun total nilai transaksinya menembus Rp 33,54 miliar melalui frekuensi perdagangan sebanyak 3.560 kali.

Rata-rata nilai transaksi saham tercatat di angka Rp 11.532 per saham.

Tags

Terkini

Teknik Menguleni Adonan Roti Agar Kalis dan Elastis

Sabtu, 19 September 2026 | 01:57:01 WIB

Ide Konten TikTok Affiliate FYP Komisi Besar

Sabtu, 19 September 2026 | 01:47:54 WIB

Rahasia Strategi Copywriting Penutup Video

Sabtu, 19 September 2026 | 01:41:58 WIB

Strategi Pemasaran Konten Visual Estetik

Sabtu, 19 September 2026 | 01:39:01 WIB

Panduan Lengkap Teknik Pembuatan Video Edukasi Efektif

Sabtu, 19 September 2026 | 01:36:01 WIB