Maraknya Penipuan Rekomendasi Saham Buat Investor Korea Rugi US$250 Juta

Rabu, 16 September 2026 | 00:04:27 WIB
Ilustrasi saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Penipuan berbasis rekomendasi saham merugikan investor ritel Korea Selatan sekitar US$250 juta pada semester I-2026. Nilai kerugian meningkat hampir 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski jumlah kasus hanya naik 4,1%.

Aparat menyelidiki 3.506 kasus terkait ruang obrolan rekomendasi saham sepanjang Januari-Juni 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Total dana yang terlibat mencapai 336 miliar won atau sekitar US$246,57 juta.

Kenaikan nilai kerugian terjadi ketika pasar saham Korea Selatan mengalami volatilitas tinggi. KOSPI mencatat kinerja kuat pada paruh pertama tahun ini sebelum mengalami koreksi tajam dan sempat kehilangan 44% dari level puncaknya pada 19 Juni.

Sejumlah pengacara yang menangani kasus penipuan keuangan mengatakan pelaku memanfaatkan minat investor terhadap reli saham dan kekhawatiran kehilangan peluang keuntungan. Investor ritel yang minim pengalaman menjadi sasaran utama.

“Volatilitas menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi organisasi kriminal,” kata Kim In-ho, penyelidik di Firma Hukum Jeongbyeok yang membantu korban penipuan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pelaku umumnya mengarahkan calon korban ke grup percakapan privat melalui komentar pada video analis perusahaan sekuritas atau influencer keuangan.

Setelah bergabung, korban ditawarkan rekomendasi saham dengan biaya berlangganan hingga ratusan ribu dolar atau diminta mentransfer dana untuk investasi.

Modus tersebut berkembang dari pola penipuan yang sebelumnya banyak menyasar aset kripto dan properti. Tahun ini, pelaku mengalihkan fokus ke investor saham seiring meningkatnya minat ritel terhadap pasar ekuitas Korea Selatan.

"Saat volatilitas pasar meningkat, ketidakpastian pun turut meningkat, dan pada saat itulah psikologi investor ritel menjadi lebih goyah," ujar Lee Tae-kyung, pengacara di Wanbong Law Firm sebagaimana dilansir dari berita sumber. "Kelompok-kelompok ini memanfaatkan situasi tersebut dengan meminta orang-orang untuk memercayai mereka," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sindikat Beroperasi dari Kamboja

Kepolisian Seoul pada Juni menangkap 10 orang dalam kasus penipuan yang beroperasi dari Kamboja. Sindikat tersebut diduga menipu 59 warga Korea Selatan dengan total kerugian sekitar 9,9 miliar won selama dua tahun hingga Februari.

Pelaku menyamar sebagai pegawai perusahaan sekuritas dan mengarahkan korban membeli saham berdasarkan rekomendasi AI melalui aplikasi perdagangan palsu. Polisi menyebut pemimpin sindikat merupakan warga negara asing, sementara operator pusat panggilan merupakan warga Korea Selatan.

Kasus tersebut telah dilimpahkan kepada jaksa dan menunggu persidangan.

Salah satu korban, Jay, pekerja logistik berusia 47 tahun, mengaku kehilangan 60 juta won setelah bergabung dengan grup chat pada Februari. Ia menemukan grup tersebut melalui video TikTok yang diyakininya dibuat oleh direktur perusahaan sekuritas ternama.

"Saat itu, banyak pembicaraan mengenai anjuran untuk tidak menanamkan uang di sektor properti, melainkan di saham," ujar Jay sebagaimana dilansir dari berita sumber. "Sentimen itu begitu dominan, dan saya pun ikut terbawa arus tanpa menyadarinya," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Awalnya, grup tersebut hanya membahas pasar saham. Namun, percakapan kemudian beralih ke klaim keuntungan besar dari investasi melalui staf perusahaan sekuritas.

Jay kemudian meminjam uang dan mentransfer 20 juta won untuk investasi. Ia kembali mengirim 40 juta won setelah ditawari peluang investasi pada perusahaan konstruksi yang disebut akan mendapat manfaat dari potensi rekonstruksi Iran pascaperang.

Jay percaya dana tersebut dikelola oleh pegawai perusahaan sekuritas dan berpotensi menghasilkan keuntungan hingga 600%. Namun, grup tersebut kemudian berhenti beroperasi dan ditutup pada April.

Jay telah melaporkan kasus tersebut kepada polisi dan mengajukan gugatan perdata terhadap pemilik rekening penerima dana.

Jeonbuk Bank mengatakan telah mengetahui kasus penipuan yang berlangsung dan akan terus memperkuat sistem pendeteksian transaksi mencurigakan. Naver juga mengatakan akan menindak grup chat yang dilaporkan serta meningkatkan pemantauan.

Sementara itu, Jay kini menjalani dua pekerjaan sampingan untuk membayar utang akibat kerugian tersebut.

"Saran saya bagi siapa pun yang baru terjun ke pasar saham adalah meragukan setiap tips yang diberikan kepada Anda," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini

Teknik Menguleni Adonan Roti Agar Kalis dan Elastis

Sabtu, 19 September 2026 | 01:57:01 WIB

Ide Konten TikTok Affiliate FYP Komisi Besar

Sabtu, 19 September 2026 | 01:47:54 WIB

Rahasia Strategi Copywriting Penutup Video

Sabtu, 19 September 2026 | 01:41:58 WIB

Strategi Pemasaran Konten Visual Estetik

Sabtu, 19 September 2026 | 01:39:01 WIB

Panduan Lengkap Teknik Pembuatan Video Edukasi Efektif

Sabtu, 19 September 2026 | 01:36:01 WIB