Harga Bergerak Ekstrem, Perdagangan Saham UDNG, SEMA, dan ALKA Disuspensi BEI

Rabu, 16 September 2026 | 22:34:22 WIB
Ilustrasi Suspensi Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara terhadap perdagangan tiga saham, yaitu PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG), PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA), dan PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA).

Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dalam keterangan tertulisnya pada (15/9) menuturkan suspensi dilakukan sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham ALKA dan SEMA serta penurunan harga pada saham UDNG sebagai bentuk perlindungan bagi investor sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Penghentian saham ini dilakukan mulai sesi pra pembukaan pada tanggal 16 September 2026 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut," ujar Endra sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data penelusuran, penghentian sementara perdagangan ini sejalan dengan pergerakan harga saham yang tergolong ekstrem.

Saham UDNG tercatat mengalami Auto-Reject Bawah (ARB) secara beruntun sejak akhir Agustus. Pada 15 September 2026, harga saham UDNG ditutup anjlok hingga menyentuh ARB di level Rp486 atau mengalami penurunan sebesar 10,00%.

Saham ini terpantau mengalami regresi harga selama 12 hari beruntun setelah sebelumnya juga ditutup ARB berturut-turut pada 14 September di Rp540 (-9,24%), 11 September Rp595 (-9,85%), 10 September Rp660 (-9,59%), 9 September Rp730 (-9,88%), 8 September Rp810 (-10,00%), hingga 1 September Rp1.290 (-9,79%) dan 31 Agustus Rp1.430 (-9,78%).

Saham UDNG sempat dibuka pada harga Rp1.585 pada 31 Agustus 2026 sebelum akhirnya terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp486 sebelum diberlakukan suspensi.

Sementara itu, saham ALKA justru mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan sebelum akhirnya disuspensi oleh bursa.

Pada 15 September, saham ALKA ditutup pada posisi Rp7.400 atau menguat 18,88% (+Rp1.175) dengan total nilai transaksi mencapai Rp6,60 miliar. Pada hari sebelumnya, saham ini berhasil menyentuh Auto-Reject Atas (ARA) pada 14 September dengan kenaikan 25,00% ke harga Rp6.225.

Sebelumnya pada 10 September, saham ALKA turut menyentuh ARA dengan kenaikan 9,93% ke level Rp4.980, ARA pada 9 September naik 9,95% ke Rp4.530, serta kembali ARA pada 8 September dengan kenaikan 9,87% ke level Rp4.120.

Pergerakan saham SEMA juga mencatatkan lonjakan harga yang cukup pesat. Pada 15 September, SEMA ditutup di harga Rp234 atau melonjak 18,78% dengan nilai transaksi mencapai Rp21,39 miliar sebelum akhirnya disuspensi.

Saham SEMA tercatat naik pesat hingga menembus batas ARA pada 14 September setinggi 34,93% ke level Rp197 dengan nilai transaksi sebesar Rp22,40 miliar. Pada 11 September saham ini naik 10,61% ke Rp146, pada 10 September menguat 8,20% ke Rp132, dan pada 9 September mencatatkan kenaikan 4,27% ke Rp122.

Tags

Terkini

Pola MPASI Sehat untuk Tumbuh Kembang Optimal Bayi

Kamis, 17 September 2026 | 01:06:25 WIB

Panduan Gizi Ibu Hamil untuk Kesehatan Janin

Kamis, 17 September 2026 | 01:04:01 WIB

Panduan Lengkap Perkembangan Kognitif Anak dan Tahapannya

Kamis, 17 September 2026 | 01:02:01 WIB

Strategi Atasi Masalah Gizi Anak demi Pertumbuhan Maksimal

Kamis, 17 September 2026 | 00:58:01 WIB