Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Tekan Harga Emas ke US$4.327

Selasa, 15 September 2026 | 20:49:49 WIB
Ilustrasi harga emas spot (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga emas turun pada perdagangan Senin (14/9/2026), tertekan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini.

Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$4.327,80 per ons troi pada pukul 01.19 GMT sebagaimana dilansir dari berita sumber. Penurunan tersebut terjadi setelah harga emas mencatat pelemahan selama tiga pekan berturut-turut hingga Jumat (11/9).

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun hampir 1% menjadi US$4.368,60 per ons troi. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan kebijakan 15-16 September mencapai sekitar 86%.

Angka tersebut meningkat dari sekitar 67% sebelum data inflasi AS dirilis pekan lalu, berdasarkan CME FedWatch Tool. Data menunjukkan harga konsumen AS meningkat lebih cepat pada Agustus.

Sementara itu, indikator inflasi inti mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan pekan ini.

Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga naik, daya tarik emas dibandingkan aset berbunga cenderung berkurang.

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak naik lebih dari 2% pada Senin setelah serangan terbaru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi.

Kekhawatiran pasokan semakin besar setelah penutupan salah satu jalur pipa minyak utama Arab Saudi. Di sisi lain, upaya diplomasi di Timur Tengah juga menghadapi ketidakpastian setelah pertemuan antara Iran dan negara-negara Teluk ditunda.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Goldman Sachs pada Jumat (11/9) masih melihat adanya potensi kenaikan harga emas hingga mencapai US$4.900 per ons troi pada akhir 2026. Namun, bank investasi tersebut memperkirakan volatilitas harga emas masih akan tinggi.

Di Eropa, dua pejabat European Central Bank (ECB) juga membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut jika kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah mulai mendorong inflasi yang lebih luas di zona euro. Sementara itu, harga logam mulia lainnya turut melemah, dengan harga perak spot turun 1,1% menjadi US$63,7.

Tags

Terkini

Teknik Menguleni Adonan Roti Agar Kalis dan Elastis

Sabtu, 19 September 2026 | 01:57:01 WIB

Ide Konten TikTok Affiliate FYP Komisi Besar

Sabtu, 19 September 2026 | 01:47:54 WIB

Rahasia Strategi Copywriting Penutup Video

Sabtu, 19 September 2026 | 01:41:58 WIB

Strategi Pemasaran Konten Visual Estetik

Sabtu, 19 September 2026 | 01:39:01 WIB

Panduan Lengkap Teknik Pembuatan Video Edukasi Efektif

Sabtu, 19 September 2026 | 01:36:01 WIB