JAKARTA – Saham-saham perangkat lunak enterprise mencatatkan lonjakan tajam pada sesi perdagangan pre-market hari Senin, sedangkan saham semikonduktor berada di bawah tekanan jual luas seiring maraknya seruan untuk meredam perlombaan teknologi AI.
Dario Amodei selaku CEO Anthropic memicu kekhawatiran terkait laju pengembangan AI pada akhir pekan lalu melalui publikasi esai yang menyarankan "pembatasan di garis terdepan" serta penghentian sejenak peningkatan kemampuan AI tingkat lanjut. Pernyataan tersebut mengemuka menyusul gelombang pengunduran diri staf keselamatan dan penyelarasan di laboratorium model fondasi besar, di tengah perdebatan hangat mengenai kecukupan sistem perlindungan saat ini.
Gagasan Amodei tersebut turut didukung oleh para pemimpin industri seperti Sam Altman, Elon Musk, dan Satya Nadella, yang berpeluang makin menekan sentimen pasar terhadap saham-saham berbasis AI.
Saham unggulan AI seperti Marvell dan Intel masing-masing melemah 5,5% dan 4,9%. Berbanding terbalik, CrowdStrike memimpin penguatan di kelompok SaaS dengan kenaikan 4,5% pada perdagangan pre-market Senin. Perbedaan arah pergerakan ini menjadi bentuk konkret dari strategi pair trade yang marak dibahas hedge fund selama beberapa kuartal, yaitu membeli (long) SaaS enterprise dan menjual (short) produsen perangkat keras AI.
Landasan tesis ini adalah asumsi bahwa nilai belanja infrastruktur AI oleh para hyperscaler telah menembus titik jenuh, sedangkan tingkat adopsi fitur AI pada perangkat lunak enterprise terus meningkat, sehingga melindungi vendor SaaS dari siklus perangkat keras sekaligus menekan produsen chip serta pemasok peralatan.
ServiceNow dan Atlassian diperkirakan menguat 3,5% menjelang pembukaan pasar, disusul Workday dan Adobe yang naik 2,8%, serta Intuit sebesar 2,3%. Saham-saham tersebut menjadi wujud nyata dari rotasi modal ini, mengingat mereka menjual langganan perangkat lunak secara berkala kepada korporasi yang mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja, sehingga sumber pendapatan mereka tidak terdampak secara langsung oleh pengiriman generasi kluster pelatihan Nvidia berikutnya.
Sebaliknya, koreksi melanda sektor semikonduktor dan pemasok peralatan secara substansial. Applied Materials terkoreksi 4,6%, Micron turun 4,4%, sementara produsen chip utama seperti AMD, Broadcom, dan Nvidia masing-masing menyusut 4,1%, 3%, dan 2%.
Tren pergerakan saham AI selama dua tahun terakhir sempat mendorong kenaikan simultan pada saham perangkat lunak dan semikonduktor karena investor berasumsi adanya pembangunan kapasitas AI secara terpadu. Hubungan korelasi tersebut mulai merenggang seiring meningkatnya kekhawatiran akan timbulnya kapasitas berlebih pada pusat data serta indikasi penurunan investasi pelatihan model dari penyedia layanan cloud besar.
Perusahaan perangkat lunak kian dipandang sebagai pihak yang diuntungkan di lini hilir dari komersialisasi AI, di mana kinerja mereka bergantung pada anggaran operasional enterprise, bukan keputusan belanja modal (capex) dari hyperscaler.
Menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal ketiga bagi korporasi teknologi berkapitalisasi besar, proyeksi serta panduan dari Microsoft, Alphabet, Amazon, maupun Meta Platforms mengenai alokasi belanja infrastruktur AI akan menentukan keabsahan dari tesis perlambatan ini.
Selain itu, potensi pandangan hawkish dari Federal Reserve dalam pertemuan FOMC mendatang dapat menahan laju penguatan SaaS, sebab saham perangkat lunak berkskala kelipatan tinggi rentan terhadap risiko durasi, dan pergeseran arah suku bunga akan langsung menekan valuasi di saat kelompok ini berupaya memisahkan diri dari korelasi saham semikonduktor.