Wall Street Melemah dan Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS per Barel

Kamis, 10 September 2026 | 18:27:31 WIB
Ilustrasi wall street (FOTO : NET)

JAKARTA – Pasar saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan Rabu (9/9/2026) di zona merah. Tekanan muncul akibat lonjakan harga minyak mentah yang melampaui US$ 100 per barel serta meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS jelang pengumuman data inflasi.

Pada penutupan bursa, indeks S&P 500 terkoreksi 0,48% ke tingkat 7.636,46, sedangkan Nasdaq terdepresiasi 0,64% menuju 26.253,34, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,77% menjadi 52.381,02.

Posisi S&P 500 saat ini berada sekitar 2% di bawah rekor penutupan tertinggi pada 13 Agustus. Kendati demikian, indeks tersebut masih mencatatkan pertumbuhan sekitar 12% sepanjang tahun 2026.

Harga minyak jenis Brent melonjak menembus level US$ 100 per barel dipicu kekhawatiran pasokan global dan kembali memanasnya tensi politik di Timur Tengah.

Konflik antara Amerika Serikat serta Israel dengan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh memperbesar kecemasan akan meluasnya perselisihan di wilayah tersebut.

Pertumbuhan harga minyak ini turut berisiko memicu inflasi, sehingga menjadi perhatian utama para pemodal terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Sektor energi S&P 500 menjadi satu-satunya yang berhasil menguat lewat kenaikan 1,1%. Sementara itu, seluruh sektor lainnya berakhir di zona merah.

Tekanan pada bursa saham juga dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak November 2023.

Lonjakan tersebut terjadi usai Departemen Keuangan AS menyampaikan rencana pembelian kembali obligasi pemerintah tenor 10 hingga 20 tahun bernilai hingga US$ 6 miliar.

Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan sejumlah analis yang memproyeksikan nilai pembelian berada di kisaran US$ 8 miliar sampai US$ 10 miliar.

Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah yang dikategorikan sebagai aset bebas risiko berpotensi menyurutkan daya tarik saham bagi para investor.

“Hal itu membuat pasar sedikit khawatir, terutama karena belum banyak yang bisa dijadikan pegangan terkait ekspektasi laba hingga kita memasuki musim laporan keuangan kuartal ketiga,” ujar Rob Haworth, senior investment strategist di U.S. Bank Wealth Management sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Para pemodal saat ini menanti publikasi data Producer Price Index (PPI) AS pada Kamis serta data inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI) pada Jumat.

Informasi tersebut bakal menjadi petunjuk krusial mengenai penentuan suku bunga The Fed. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60% The Fed menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan pekan depan.

Pergerakan saham di sektor teknologi juga terpantau bervariasi. Apple melemah 0,3% setelah menggelar agenda peluncuran smartphone perdananya di bawah pimpinan CEO baru John Ternus.

Di sisi lain, saham Meta melonjak lebih dari 6%. Lonjakan ini membantu menahan pelemahan S&P 500 setelah perusahaan media sosial tersebut meluncurkan asisten kecerdasan buatan (AI) yang sanggup menjalankan berbagai tugas secara otomatis, mulai dari mengirim email, menjual mobil, hingga memesan perjalanan.

Saham Alphabet terkikis 2,3% setelah induk Google tersebut memaparkan rencana investasi minimal US$ 15,1 miliar untuk fasilitas infrastruktur AI di Finlandia dalam dua tahun mendatang. Proyek investasi tersebut juga mencakup kesepakatan besar terkait pasokan energi nuklir.

Sementara itu, Philadelphia Semiconductor Index menguat 0,37%. Saham Advanced Micro Devices (AMD) turut mengalami kenaikan 3%.

Di luar sektor teknologi, saham Dow tertekan 0,6% setelah Bloomberg mengabarkan perusahaan kimia itu tengah mempertimbangkan untuk keluar dari kemitraan bernilai US$ 20 miliar bersama Saudi Aramco.

Tags

Terkini

Teknik Menguleni Adonan Roti Agar Kalis dan Elastis

Sabtu, 19 September 2026 | 01:57:01 WIB

Ide Konten TikTok Affiliate FYP Komisi Besar

Sabtu, 19 September 2026 | 01:47:54 WIB

Rahasia Strategi Copywriting Penutup Video

Sabtu, 19 September 2026 | 01:41:58 WIB

Strategi Pemasaran Konten Visual Estetik

Sabtu, 19 September 2026 | 01:39:01 WIB

Panduan Lengkap Teknik Pembuatan Video Edukasi Efektif

Sabtu, 19 September 2026 | 01:36:01 WIB