JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan bergerak di area positif pada pagi ini. Pada pembukaan sesi perdagangan Kamis, 10 September 2026, IHSG tercatat berada pada posisi 6.688,175.
Berdasarkan pencatatan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG mengalami kenaikan sebesar 3,746 poin atau 0,06 persen menuju level 6.681,947. Laju indeks bergerak pada rentang tertinggi 6.712 dan terendah 6.677.
Laporan analisis harian BNI Sekuritas mencatat bursa Wall Street mengakhiri perdagangan Rabu, 9 September 2026 di zona merah. Pelemahan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah yang melewati USD100 per barel serta melesatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS menjelang publikasi angka inflasi.
Kondisi tersebut memperlihatkan Indeks S&P 500 terkoreksi 0,48 persen, Nasdaq melemah 0,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average tergerus 0,77 persen. Kenaikan harga minyak turut memicu kekhawatiran investor mengenai laju inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).
Sementara itu di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang terkikis 0,2 persen dan Topix melemah 0,1 persen. Koreksi juga terjadi pada Hang Seng Hong Kong sebesar 0,17 persen dan ASX Australia sebesar 0,11 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan serta Kosdaq melonjak masing-masing 1,4 persen dan 2,3 persen.
Adapun IHSG pada perdagangan kemarin, 9 September 2026, ditutup melemah 0,12 persen dengan nilai penjualan bersih investor asing mencapai Rp621 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh asing meliputi BBCA, BMRI, CPIN, ASII, dan KLBF.
"Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG masih berpotensi sideways cenderung menguat hari ini. Diperkirakan support IHSG: 6.620-6.660 dan resist IHSG: 6.700-6.730,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di samping itu, terdapat beberapa saham yang direkomendasikan untuk masuk dalam pertimbangan transaksi hari ini, yakni ICBP, ADRO, DSSA, INET, CUAN, dan BYAN. Berikut rincian strategi perdagangannya:
ICBP Spec Buy pada kisaran Rp7.200, batas cutloss di bawah Rp7.100. Target harga terdekat berada di Rp7.275-Rp7.375.
ADRO Spec Buy pada kisaran Rp2.690, batas cutloss di bawah Rp2.650. Target harga terdekat berada di Rp2.740-Rp2.800.
DSSA Spec Buy pada kisaran Rp1.170, batas cutloss di bawah Rp1.150. Target harga terdekat berada di Rp1.200-Rp1.235.
INET Buy on Weakness pada kisaran Rp360-Rp366, batas cutloss di bawah Rp358. Target harga terdekat berada di Rp374-Rp382.
CUAN Spec Buy pada kisaran Rp925-Rp940, batas cutloss di bawah Rp920. Target harga terdekat berada di Rp960-Rp975.
BYAN Spec Buy pada kisaran Rp13.600-Rp13.775, batas cutloss di bawah Rp13.600. Target harga terdekat berada di Rp13.975-Rp14.100.