Segera Pembayaran Dividen Interim Rp30 per Saham, Cek Kinerja PSAB

Selasa, 08 September 2026 | 19:54:56 WIB
Ilustrasi PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan membagikan dividen interim (FOTO : NET)

JAKARTA – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) merupakan emiten pertambangan emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan bersiap membagikan dividen interim. Perusahaan akan menyalurkan dividen interim sebesar Rp793,8 miliar atau setara Rp30 per saham kepada para pemegang saham.

Keputusan pembagian dividen tersebut telah disetujui Direksi dan Dewan Komisaris pada 3 September 2026. Jadwal cum dividen pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, sedangkan ex dividen pada 16 September 2026.

Adapun cum dividen pasar tunai dan recording date jatuh pada 17 September 2026, diikuti ex dividen pasar tunai pada 18 September 2026. Pelaksanaan pembayaran dividen tersebut dijadwalkan pada 29 September 2026.

Pada perdagangan sesi I Selasa (8/9), harga saham PSAB menguat 3,57% menuju tingkat Rp580 per saham. Perseroan menjalankan kegiatan utama berupa eksplorasi, pengembangan, penambangan, serta pengolahan bijih emas.

Operasional bisnis emiten ini berjalan melalui beberapa anak usaha dan aset tambang yang berlokasi di Indonesia serta Malaysia. Aset yang aktif berproduksi saat ini mencakup Tambang Bakan di Sulawesi Utara serta Tambang Penjom di Pahang, Malaysia.

Di sisi lain, kawasan Tambang Lanut Utara dan Tambang Seruyung sudah memasuki tahap pascatambang. Pengelolaan Tambang Bakan dilakukan oleh PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dengan metode tambang terbuka serta pengolahan heap leach.

Sementara itu, proses pengolahan pada Tambang Penjom memanfaatkan metode resin in leach. Kinerja emiten amat bergantung pada volume produksi emas, pergerakan harga emas, beban operasional, dan optimasi cadangan tambang.

Struktur kepemimpinan Direksi diisi oleh Edi Permadi selaku Direktur Utama, bersanding dengan Sanjaya J dan Adi Maryono yang menjabat sebagai Direktur. Adapun Dewan Komisaris dipimpin Jimmy Budiarto selaku Komisaris Utama, didampingi Christian Wijayanto AJ sebagai Komisaris serta Arief Budi Prasetyanto sebagai Komisaris Independen.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II 2026 di BEI, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp2,88 triliun. Beban pokok pendapatan yang tercatat senilai Rp339,15 miliar menghasilkan laba bruto Rp2,54 triliun.

Setelah dikurangi beban umum, depresiasi, dan bunga sebesar Rp831,07 miliar, perolehan laba operasional mencapai Rp1,71 triliun. Tambahan pendapatan lain-lain sejumlah Rp1,70 triliun membuat laba sebelum pajak (EBT) terakumulasi menjadi Rp3,41 triliun.

Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp65,96 miliar, perseroan berhasil meraih laba bersih Rp3,18 triliun pada kuartal II 2026.

Tags

Terkini