JAKARTA – Penawaran Sukuk Ritel seri SR025 terus diserbu investor setelah dua minggu dibuka. Jumlah pemesanan sukuk SR025 hingga Jumat 4 September 2026 pagi telah menembus Rp 9 triliun.
Dengan batas penawaran hingga 16 September 2026, berikut cara investasi Sukuk Ritel SR025 untuk mendapatkan kupon 6,8%-6,9%.
Kesempatan berinvestasi melalui obligasi ritel berupa sukuk ritel seri SR025 resmi dibuka sejak Jumat 21 Agustus 2026. Data BRI yang merupakan salah satu mitra distribusi surat utang pemerintah menunjukkan jumlah pemesanan sukuk SR025 hingga Jumat (4/9) jam 07.00 WIB mencapai sekitar Rp 9,6 triliun.
Jumlah tersebut terdiri dari Rp 8 triliun sukuk SR025 tenor 3 tahun (SR025T3). Kemudian, sukuk SR025 tenor 5 tahun (SR025T5) telah menyedot dana investasi Rp 1,6 triliun.
Dengan demikian, sisa kuota sukuk SR025 sekitar Rp 10,4 triliun, terdiri dari Rp 8 triliun SR025T3 dan Rp 1,4 triliun SR025T5.
Kementerian Keuangan resmi membuka penawaran obligasi ritel sukuk ritel seri SR025 mulai hari ini, Jumat (21/8/2026). Kemenkeu menawarkan dua seri yakni SR025T3 (Tenor 3 Tahun) dan SR025T5 (Tenor 5 Tahun).
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, pemerintah menetapkan imbal hasil 6,8% untuk seri SR025T3 dan sebesar 6,9% untuk SR025T5.
"Tanggal pembayaran imbalan ditetapkan tanggal 10 setiap bulan," jelas Kemenkeu dalam keterangan resminya Kamis (20/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Proses pemesanan pembelian Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 dilakukan secara online melalui empat tahap, yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan.
Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.
"Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online)," jelas Kemenkeu sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Investasi SR025 hanya butuh modal minimal Rp 1 juta. Berikut cara investasi obligasi ritel SR025:
Registrasi Registrasi untuk investasi obligasi ritel SR025 dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.
Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.
Pemesanan Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan obligasi ritel SR025 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran obligasi ritel SR025.
Pembayaran Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) atas pembelian obligasi ritel SR025 melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.
Konfirmasi Setelah pembayaran, calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi obligasi ritel SR025 pada tanggal setelmen/penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan obligasi ritel SR025 kepada Mitra Distribusi.
Berikut mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah:
Bank Umum
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Panin Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank UOB Indonesia
Standard Chartered Bank
PT Bank Victoria International
PT Bank SMBC Indonesia Tbk
Bank Umum Syariah 19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk 20. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Perusahaan Efek 21. PT BRI Danareksa Sekuritas 22. PT Mandiri Sekuritas 23. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk 24. PT Bahana Sekuritas 25. PT Binaartha Sekuritas 26. PT Phillip Sekuritas Indonesia 27. PT BNI Sekuritas 28. PT Panin Sekuritas Tbk 29. PT Ajaib Sekuritas Asia
Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology) 30. PT Bareksa Portal Investasi 31. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+) 32. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit) 33. PT Bibit Tumbuh Bersama