Asing Catat Net Buy Rp124,85 Miliar Saat IHSG Tertekan ke 6.660

Jumat, 04 September 2026 | 20:26:07 WIB
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Investor asing membawa masuk modal mereka ke pasar saham Indonesia meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,11% atau 7,10 poin ke 6.660,79 pada perdagangan sesi pertama Jumat (4/9), setelah sempat dibuka menguat di pembukaan.

Total transaksi di pasar saham mencapai Rp8,28 triliun, melibatkan perdagangan 21,91 miliar lembar saham dan frekuensi 1,21 juta kali transaksi.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatat transaksi terbesar di sesi pertama yaitu Rp601,25 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp312,78 miliar. Namun harga saham BULL dan BBCA stagnan di sesi pertama.

Mayoritas indeks sektoral melemah pada sesi pertama, dengan penurunan paling dalam pada sektor kesehatan 1,04% dan transportasi 0,68%.

Seiring dengan pelemahan IHSG, investor asing terpantau mencatatkan net buy sebesar Rp124,85 miliar pada sesi pertama. Namun berdasarkan volume perdagangan, investor asing mencatatkan net sell sebanyak 2,41 miliar lembar saham.

Berikut ini rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell pada sesi pertama:

Top Net Foreign Buy:

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp258,21 miliar

PT Timah Tbk (TINS) – Rp98,51 miliar

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp67,48 miliar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp64,11 miliar

PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp24,89 miliar

Top Net Foreign Sell:

PT Astra International Tbk (ASII) – Rp57,51 miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp38,75 miliar

PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) – Rp31,26 miliar

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) – Rp22,97 miliar

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp21,31 miliar

Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, mayoritas indeks saham cenderung menguat hingga siang ini. KOSPI memimpin dengan kenaikan 2,31%, disusul Hang Seng 1,99%, dan TWSE Taiwan 1,17.%.

Sementara hanya IHSG dan FBMKLCI Malaysia yang menghadapi tekanan jual pada sesi pertama.

Tags

Terkini