JAKARTA – Investor asing membawa masuk modal mereka ke pasar saham Indonesia meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,11% atau 7,10 poin ke 6.660,79 pada perdagangan sesi pertama Jumat (4/9), setelah sempat dibuka menguat di pembukaan.
Total transaksi di pasar saham mencapai Rp8,28 triliun, melibatkan perdagangan 21,91 miliar lembar saham dan frekuensi 1,21 juta kali transaksi.
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatat transaksi terbesar di sesi pertama yaitu Rp601,25 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp312,78 miliar. Namun harga saham BULL dan BBCA stagnan di sesi pertama.
Mayoritas indeks sektoral melemah pada sesi pertama, dengan penurunan paling dalam pada sektor kesehatan 1,04% dan transportasi 0,68%.
Seiring dengan pelemahan IHSG, investor asing terpantau mencatatkan net buy sebesar Rp124,85 miliar pada sesi pertama. Namun berdasarkan volume perdagangan, investor asing mencatatkan net sell sebanyak 2,41 miliar lembar saham.
Berikut ini rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell pada sesi pertama:
Top Net Foreign Buy:
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp258,21 miliar
PT Timah Tbk (TINS) – Rp98,51 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp67,48 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp64,11 miliar
PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp24,89 miliar
Top Net Foreign Sell:
PT Astra International Tbk (ASII) – Rp57,51 miliar
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp38,75 miliar
PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) – Rp31,26 miliar
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) – Rp22,97 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp21,31 miliar
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, mayoritas indeks saham cenderung menguat hingga siang ini. KOSPI memimpin dengan kenaikan 2,31%, disusul Hang Seng 1,99%, dan TWSE Taiwan 1,17.%.
Sementara hanya IHSG dan FBMKLCI Malaysia yang menghadapi tekanan jual pada sesi pertama.