IHSG Sesi I Tergelincir ke 6.660, Saham ESSA dan ASII Turun

Jumat, 04 September 2026 | 20:25:37 WIB
Ilustrasi saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir pada akhir perdagangan sesi pertama Jumat (4/9/2026).

Mengutip data RTI, IHSG turun 0,11% atau 7,102 poin ke level 6.660,789. Sebanyak 325 saham tercatat turun, 266 saham naik, dan 196 saham stagnan.

Total volume perdagangan mencapai 21,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp8,3 triliun.

Sebanyak tujuh indeks sektoral menjadi penekan IHSG pada perdagangan sesi pertama. Tiga sektor dengan penurunan terdalam adalah IDX-Health yang turun 1,04%, IDX-Trans turun 0,68%, dan IDX-NonCyc turun 0,54%.

Sejumlah saham LQ45 mencatatkan pergerakan signifikan hingga akhir sesi pertama.

Tiga saham yang menjadi top losers adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang turun 2,78% ke Rp700, PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,57% ke Rp4.920, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 2,16% ke Rp2.260.

Sementara itu, saham yang masuk jajaran top gainers LQ45 antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 2,20% ke Rp930, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 0,97% ke Rp208, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 0,89% ke Rp11.275.

BRI Danareksa Sekuritas menilai, IHSG telah menembus (breakout) level resistance 6.650 dan sebelumnya ditutup di sekitar level 6.668.

Kondisi tersebut mengonfirmasi momentum bullish, dengan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang masih berada di area positif.

"Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, posisi IHSG yang sudah relatif tinggi juga membuka peluang terjadinya aksi ambil untung atau profit taking dalam jangka pendek.

Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (4/9/2026).

Data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS untuk Agustus menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang solid berpotensi membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish.

Pergerakan IHSG pada sesi kedua berpotensi turut dipengaruhi oleh respons pasar terhadap data tenaga kerja AS tersebut.

Tags

Terkini