JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada awal perdagangan Jumat (4/9/2026). Dorongan penguatan sejumlah sektor saham beserta sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat (AS) menjadi penopang kenaikan IHSG.
Berdasarkan data RTI pukul 09.19 WIB, IHSG tercatat menguat 0,31% atau naik 20,844 poin menuju level 6.688,735. Pergerakan saham mencatat 334 saham menguat, 191 saham melemah, serta 197 saham stagnan dengan volume perdagangan 5,7 miliar saham senilai Rp 2,3 triliun.
Pergerakan IHSG di zona hijau ditopang oleh enam indeks sektoral. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi meliputi IDX-Energy yang menguat 0,69%, IDX-Infra naik 0,60%, dan IDX-Basic melonjak 0,42%.
Beberapa saham dalam indeks LQ45 mencatatkan pergerakan yang signifikan di awal sesi perdagangan. Kenaikan tertinggi diraih oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang naik 1,97% ke Rp 9.075, PT Solusi Energi Digital Tbk (WIFI) menguat 1,44% ke Rp 2.120, serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terangkat 1,28% ke level Rp 790.
Di sisi lain, tiga saham yang terkoreksi paling dalam adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang turun 1,39% menjadi Rp 710, PT Astra International Tbk (ASII) melemah 1,19% menjadi Rp 4.990, dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) merosot 1,03% menjadi Rp 960.
Analisis teknikal BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan IHSG sukses menembus level resistance 6.650 dan ditutup pada posisi 6.668. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang tetap berada di area positif turut mengonfirmasi momentum bullish pasar.
"Selama bertahan di atas 6.650, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724, dengan 6.550 sebagai support terdekat," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Kendati demikian, posisi IHSG yang cukup tinggi berpotensi memicu aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat (4/9/2026). Perhatian investor tertuju pada data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS bulan Agustus yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed berpotensi meningkat jika data tenaga kerja lebih lemah dari perkiraan. Sebaliknya, data yang solid akan memicu The Fed untuk tetap mempertahankan sikap hawkish.
Penguatan bursa saham domestik juga mendapatkan katalis dari sentimen positif Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,18% ke 53.686,11 pada perdagangan Kamis (3/9/2026), sementara S&P 500 naik 1,06% ke 7.747,71 dan Nasdaq Composite menguat 1,40% ke level 26.584,06.