JAKARTA – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp169,15 miliar. Rencana ini memicu kenaikan harga saham DKFT pada Kamis 3 September 2026.
Pembagian dividen interim tersebut disepakati oleh Direksi serta mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada 2 September 2026. Nominal dividen yang disetujui yakni sebesar Rp30 per saham.
Total dividen interim yang dikucurkan menembus Rp169,147 miliar berdasarkan hitungan sekitar 5,638 miliar saham.
Saham DKFT mengakhiri sesi perdagangan Kamis (3/9/2026) pada posisi Rp710 per saham. Mengacu pada harga tersebut, nilai dividend yield dari dividen interim Rp30 per saham menyentuh angka 4,23%.
Proses pencairan dividen interim DKFT direncakanan bakal berlangsung pada 21 September 2026.
Pemegang saham yang mengincar dividen interim DKFT diimbau mencermati beberapa tanggal krusial. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 11 September 2026, lalu ex dividen pada 14 September 2026.
Sementara itu, cum dividen pasar tunai dijadwalkan pada 15 September 2026 dan ex dividen pada 16 September 2026.
Rincian lengkap alur pembagian dividen interim DKFT adalah sebagai berikut:
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 11 September 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 14 September 2026
Cum dividen pasar tunai: 15 September 2026
Recording date: 15 September 2026 pukul 16.00 WIB
Ex dividen pasar tunai: 16 September 2026
Pembayaran dividen: 21 September 2026
Investor yang tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date 15 September 2026 berhak memperoleh pembayaran dividen ini.
Acuan dasar dari pembagian dividen interim ini bersumber pada laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2026.
Hingga tanggal tersebut, DKFT mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp406,24 miliar. Di samping itu, saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya tercatat sebesar Rp517,84 miliar.
Total ekuitas yang dimiliki DKFT per 30 Juni 2026 mencapai Rp1,53 triliun. Seluruh nominal tersebut telah sesuai dengan data finansial yang dijadikan pijakan pembagian dividen interim.
Berdasarkan publikasi laporan keuangan kuartal II-2026, perseroan berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp1,01 triliun dan laba bersih Rp406,2 miliar selama semester I-2026.