JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambah daftar saham dengan High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi.
Melalui data di laman resminya, BEI menambahkan saham PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) ke daftar saham HSC per 21 Agustus 2026. Saham emiten infrastruktur tersebut terindikasi dikuasai oleh entitas terkonsenttrasi tinggi dengan persentase sebesar 94,95%.
Melalui evaluasi terbaru, jumlah emiten yang masuk dalam daftar HSC per Kamis, (27/8/2026) bertambah menjadi 59 saham. Angka ini sudah bertambah sejak pengumuman perdana daftar saham HSC pada 3 April 2026, dimana BEI mengumumkan terdapat 10 perusahaan berstatus HSC.
Sebagai catatan, HSC merupakan kategori saham yang mayoritas kepemilikannya dikuasai oleh satu pihak atau kelompok pihak yang terafiliasi, sehingga jumlah saham yang beredar di publik relatif terbatas. Informasi ini dipublikasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan perlindungan investor di pasar modal.
Saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi dinilai memiliki risiko yang jauh lebih besar dibandingkan saham dengan free float besar.
Pasalnya, kendali harga dan likuiditas berada di tangan segelintir pihak, bukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar.
Dengan dikuasai segelintir pihak maka volume transaksi bisa menjadi terbatas, investor akan kesulitan dalam menjual saham saat pasar bergejolak.