JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), emiten dari sektor energi yang dikendalikan oleh Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam.
Divisi Pengawasan Transaksi dan Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, menyampaikan penetapan status itu menyusul lonjakan harga pada saham TEBE yang cukup signifikan di luar kebiasaan.
Menurut data IDNFinancials.com, harga saham TEBE melesat 70% dalam beberapa hari sebelum masuk UMA. Hingga perdagangan Jumat (21/8), saham TEBE bertahan di level Rp1.750 per lembar dan membuat kapitalisasi pasarnya mencapai Rp2,25 triliun.
BEI menyatakan saat ini saham TEBE berada dalam pengawasan pola transaksi. Sehingga investor diminta tetap mencermati jawaban dari perusahaan tercatat, kinerja dan keterbukaan informasi terbaru, serta mengkaji rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan pemegang saham.
Meskipun demikian, BEI menyatakan masuknya saham TEBE ke daftar UMA ini, tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal.
Saat ini PT Dua Samudera Perkasa, perusahaan milik Haji Isam, mengendalikan 76,91% saham TEBE. Investor publik memiliki 23,08% saham secara agregat, serta GT Denny Ramdhani memiliki 0,01% saham.