JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengalokasikan dana pembelian kembali saham atau buyback hingga maksimal Rp 250 miliar. Langkah buyback ini dilakukan saat harga saham CBDK sedang mengalami tren penurunan.
Manajemen menegaskan bahwa anggaran buyback berasal dari kas internal dan sudah mencakup estimasi biaya transaksi.
Mengutip keterbukaan informasi, periode buyback saham CBDK dijadwalkan mulai 20 Agustus 2026 sampai 19 November 2026.
Aksi korporasi ini digelar guna menekan tekanan jual pada saham CBDK saat dinamika pasar sedang berfluktuasi.
Di samping itu, buyback diharapkan mampu mempertahankan keyakinan para pemegang saham terhadap prospek fundamental perusahaan.
Transaksi pembelian saham CBDK akan dieksekusi melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
PT Ciptadana Sekuritas Asia telah ditunjuk sebagai anggota bursa yang mengeksekusi proses transaksi buyback tersebut.
Seluruh dana yang dibutuhkan untuk membiayai aksi ini murni bersumber dari kas internal perseroan.
Agenda buyback ini menarik perhatian para pemodal karena berlangsung saat harga saham CBDK terkoreksi lumayan dalam sepanjang tahun 2026.
Saham CBDK bertengger di level Rp 3.790 per saham pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026).
Posisi tersebut mencatatkan kenaikan 20 poin atau setara 0,53% dibanding sesi sebelumnya.
Meski demikian, jika diukur dari awal tahun 2026, saham CBDK tercatat sudah menyusut 55,41% secara year to date (YtD).
Melihat kondisi itu, perusahaan memandang aksi buyback sebagai instrumen untuk menahan tekanan jual sekaligus menegaskan keyakinan atas fundamental perseroan.
Namun demikian, efektivitas buyback terhadap pergerakan saham CBDK nantinya tetap bergantung pada kondisi pasar, respons investor, serta kinerja perseroan.
Investor dianjurkan terus memantau pembaruan keterbukaan informasi guna melihat realisasi akumulasi saham yang berhasil dibeli kembali.