Proyeksi IHSG Kamis 20 Agustus 2026 Melemah Beserta Rekomendasi Saham

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:16:46 WIB
Ilustrasi bursa efek indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali koreksi pada perdagangan Kamis (20/8/2026).

Pada penutupan bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, IHSG parkir di zona merah. IHSG ditutup melemah 0,86 persen ke level 6.394,12 pada Rabu (19/8/2026).

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menilai pelemahan IHSG dipicu peningkatan Utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar 4,4 persen secara tahunan (YoY) menjadi US$ 453,4 miliar pada kuartal II 2026.

“Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 8.095 triliun dan karena FTSE menahan rebalancing saham RI hingga Desember 2026,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menuturkan bahwa pelemahan terutama didorong aksi profit taking usai IHSG sempat menguat signifikan, serta koreksi BYAN sebesar 9,41 persen akibat klarifikasi rumor akuisisi oleh manajemen.

“Tekanan juga datang dari sektor energi yang turun 1,17% dan pelemahan mayoritas bursa Asia,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di lingkup domestik, para pelaku pasar merespons langkah BI yang mempertahankan BI Rate di angka 5,75 persen sesuai estimasi.

Di samping itu, investor mencermati langkah penundaan penambahan konstituen baru Indonesia oleh FTSE hingga Desember 2026 yang berpotensi berdampak negatif bagi foreign flow.

Sisi eksternal mencatatkan lonjakan harga minyak yang kembali disorot seiring ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz dan memanasnya hubungan AS-Iran.

“Harga Brent sudah berada di sekitar US$ 91 per barel, sehingga risiko terhadap inflasi dan kebijakan moneter global kembali meningkat,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Andhika menaksir IHSG bergerak pada kisaran support 6.490 dan 6.555 serta resisten 6.338 dan 6.271 untuk perdagangan Kamis (20/8/2028).

“Sentimennya berasal dari para pelaku pasar akan wait and see menunggu FOMC Meeting, karena akan berpengaruh terhadap suku bunga The Fed,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Andhika turut menyarankan rekomendasi beli saham SSIA dengan target harga Rp 1.920 per saham untuk sesi perdagangan Kamis (20/8/2026).

Reza memperkirakan IHSG berpeluang bergerak terbatas dalam rentang 6.330–6.490 pada perdagangan Kamis (20/8).

Secara teknikal, pola shooting star tampak di area resistance 6.490 usai terjadi dua kali rejection di rentang 6.400–6.450.

Namun demikian, IHSG masih berada di atas MA20 serta momentum MACD tetap positif, sehingga tren rentang pendek tidak berubah.

Terkait sentimen, pasar memperlihatkan perhatian pada FOMC Minutes yang mengindikasikan perbedaan pandangan internal The Fed mengenai potensi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps).

“Hal ini dapat menjaga volatilitas pasar, terutama melalui pergerakan yield US Treasury dan dolar AS,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reza menyarankan rekomendasi beli untuk saham BULL, IATA, dan SSIA masing-masing dengan target harga Rp 470 - Rp 500 per saham, Rp 128 - Rp 138 per saham, serta Rp 1.780 - Rp 1.870 per saham.

Tags

Terkini