JAKARTA – Harga saham Amazon (AMZN) berada di posisi $259,45 pada penutupan sesi reguler Wall Street Selasa (18/8), atau mengalami penurunan sebesar 0,71% dibanding penutupan sebelumnya.
Data tersebut diambil pada pukul 10:00 WIB, Rabu (19/8/2026), mengingat sesi reguler NASDAQ untuk hari ini belum dimulai. Nilai kapitalisasi pasar Amazon saat ini tercatat kurang lebih sebesar $2,816 triliun.
Pada perdagangan Selasa (18/8), saham Amazon ditutup terkoreksi $1,86 atau setara 0,71% menuju level $259,45.
Penurunan tipis ini terjadi di tengah dinamika sentimen pasar yang beragam menyambut katalis utama di sektor cloud computing dan AI, walaupun fundamental bisnis inti Amazon dipandang tetap kuat oleh para analis.
Melalui harga per lembar saham tersebut, kapitalisasi pasar Amazon mencapai kisaran $2,816 triliun dan menempatkannya dalam jajaran lima perusahaan paling bernilai di dunia.
Pada sesi perdagangan setelah jam bursa (after-hours), harga saham AMZN sempat menguat tipis ke sekitar $259,50. Hal ini menandakan bahwa pelemahan pada sesi reguler lebih didorong oleh faktor teknikal ketimbang pergeseran sentimen fundamental.
Analis Brian Nowak dari Morgan Stanley mengerek target harga saham Amazon dari $330 menjadi $335 dengan mempertahankan rating Overweight, yang menunjukkan potensi kenaikan sekitar 27% dari harga acuan saat laporan dipublikasikan.
Morgan Stanley menjelaskan bahwa keyakinan utama ini didorong oleh potensi pendapatan AWS yang dapat menembus $1 triliun. Dengan rekam jejak margin operasi bisnis cloud computing, angka tersebut berpeluang menghasilkan laba operasi hingga ratusan miliar dolar.
Dalam skenario optimis, Morgan Stanley memproyeksikan target harga saham Amazon dapat menyentuh $500 pada akhir 2027 apabila pembangunan kapasitas AWS (6-8 gigawatt per tahun) serta monetisasi AI berjalan sesuai rencana.
Dukungan terhadap optimisme ini terlihat dari data pertumbuhan AWS pada kuartal terkini yang melesat 37% year-on-year, memperkokoh dominasi Amazon pada infrastruktur cloud di tengah tingginya permintaan komputasi AI global.
Berdasarkan laporan 24/7 Wall St. yang dikutip Yahoo Finance, tidak ada satu pun dari 62 analis yang memantau saham Amazon memberikan rekomendasi Sell.
Target harga berdasarkan model mereka berada pada level $353,44, yang mengindikasikan adanya potensi kenaikan sekitar 32,24% dengan tingkat keyakinan (confidence level) mencapai 90%.
Secara year-to-date, saham Amazon telah menguat 15,8% dan tumbuh 20,68% dalam rentang 52 minggu terakhir, walaupun posisinya masih berada sekitar 13% di bawah titik tertinggi 52 minggu di level $287,20.
Dasar optimisme para analis ini didukung oleh pertumbuhan AWS sebesar 36,7% yang merupakan pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal terakhir, disertai peningkatan margin operasi 650 basis poin year-on-year, backlog kontrak $496 miliar yang tumbuh tiga digit, serta kenaikan pendapatan iklan 26% menjadi $19,81 miliar.
Di sisi lain, laporan tersebut turut mencatat faktor risiko berupa arus kas bebas (free cash flow) trailing yang mencatatkan nilai negatif $7,6 miliar seiring dengan naiknya proyeksi belanja modal (capex) 2026 menjadi $220 miliar, serta panduan kuartal ketiga yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan pendapatan ke kisaran 9-12%.