Sektor Chip Melemah Bursa Asia Mayoritas Turun pada Rabu Pagi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:14:45 WIB
Ilustrasi Bursa Asia (FOTO : NET)

JAKARTA – Mayoritas bursa Asia mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (19/8/2026) pagi. Mengutip Bloomberg pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 merosot 1.449,60 poin atau 2,16 persen ke 66.005,31, Hang Seng melemah 124,25 poin atau 0,49 persen ke 25.346,90, Taiex tergelincir 941,32 poin atau 2,04 persen ke 44.341,64, Kospi tertekan 259,31 poin atau 3,77 persen ke 6.608,67, ASX 200 terkoreksi 31,84 poin atau 0,35 persen ke 9.036,50, Straits Times berkurang 40,72 poin atau 0,70 persen ke 5.661,82, serta FTSE Malaysia susut 5,53 poin atau 0,31 persen ke 1.727,91.

Pelemahan pasar saham Asia terjadi seiring dengan semakin maraknya aksi jual pada saham sektor semikonduktor. Para investor memilih menarik diri dari lantai bursa di tengah melonjaknya imbal hasil obligasi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks acuan MSCI Asia Pasifik terkikis 1,6 persen dengan indeks saham Korea Selatan merosot hingga 5,5 persen.

Saham-saham kelas atas di industri chip seperti Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc mengalami penurunan sekitar 7 persen mengekor aksi jual saham semikonduktor di Wall Street.

Sementara itu, aksi jual yang menimpa pasar obligasi memicu yield obligasi AS tenor 10 tahun merambat mendekati level tertingginya sejak awal tahun 2025.

"Dengan prospek Timur Tengah yang tetap tidak pasti dan imbal hasil yang tetap tinggi, pasar kemungkinan akan tetap berada dalam mode penghindaran risiko hari ini," kata Kazunori Tatebe, kepala strategi di Daiwa Asset Management sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Imbal hasil yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan hyperscaler, menimbulkan pertanyaan tentang prospek belanja modal dan potensi dampaknya pada perusahaan infrastruktur AI," kata Kazunori Tatebe, kepala strategi di Daiwa Asset Management sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini