JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA bagi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan prospek stabil. Penilaian tersebut menunjukkan Pefindo menganggap kemampuan perseroan dalam menyelesaikan komitmen keuangan jangka panjang tergolong kuat apabila dibandingkan obligor Indonesia lain.
Kendati demikian, Pefindo menganggap kemampuan itu masih terbilang lebih rentan atas perubahan buruk pada situasi maupun kondisi ekonomi jika dibandingkan dengan obligor di kategori peringkat lebih tinggi.
Analis Pefindo Anissa Septiwijaya pada rilis Kamis (13/8/2026) mengungkapkan, penegasan peringkat itu juga memperhitungkan kondisi keuangan perseroan dan prospek bisnis Darma Henwa mendatang.
“Peringkat idA mencerminkan kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Namun, kemampuan tersebut masih relatif lebih mudah terpengaruh oleh perubahan buruk dalam situasi dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat yang lebih tinggi,” ujar Anissa sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Merujuk data laporan keuangan paling baru yang dirilis Pefindo, jumlah aset disesuaikan Darma Henwa berada di angka sekitar Rp 17,62 triliun, sementara jumlah utang disesuaikan menyentuh Rp 6,41 triliun. Pada bagian permodalan, jumlah ekuitas disesuaikan berada pada kisaran Rp 8,11 triliun.
Untuk aspek operasional, Darma Henwa mencatatkan pendapatan sekitar Rp 3,20 triliun, dengan EBITDA di angka sekitar Rp 930 miliar. Di lain sisi, laba bersih setelah kepentingan nonpengendali (net income after MI) berada di posisi sekitar Rp 35 miliar.
Pada proses analisis beserta pemeringkatan tersebut, Pefindo memakai patokan asumsi kurs Rp 17.800 per dolar AS.
Pada Jumat (14/8/2026), nilai saham DEWA menguat 1,79% ke level Rp 454 per saham hingga jam 14.08 WIB. Adapun dalam rentang lima hari, saham DEWA melemah 6,58%.