JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan bakal bergerak bervariasi dalam kisaran 6.250 hingga 6.450 pada sesi perdagangan Jumat (14/8/2026).
Sejumlah isu dari dalam negeri maupun mancanegara menjadi perhatian para pemodal, salah satunya agenda pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027.
Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menyampaikan bahwa perhatian investor domestik pada hari ini tertuju pada pemaparan RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Penampilan tersebut menjadi pidato kedua bagi Prabowo pada hari yang sama setelah sebelumnya menghadiri Agenda Sidang Tahunan MPR RI di pagi hari.
"IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam range 6.250-6.450," tulis Ratih dalam risetnya Jumat (14/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mengenai dinamika emiten, Ratih mengamati langkah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang melepas kepemilikan saham pada anak usahanya, yakni PT Jejaring Digital Utama (JDU).
JDU merupakan unit usaha yang bergerak di bidang ekosistem layanan digital serta periklanan, di mana WIFI melepas sebanyak 350 miliar lembar saham JDU.
Berdasarkan data laporan keuangan WIFI pada semester I-2026, total aset JDU tercatat sekitar Rp424 juta. Angka tersebut hanya berkisar 0,002 persen dari keseluruhan aset WIFI, sehingga aksi divestasi ini dinilai tidak memberi dampak signifikan bagi kondisi finansial perusahaan.
Dari panggung global, indeks bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (13/8/2026) waktu setempat. Indeks S&P 500 melaju 0,65 persen, sedangkan Nasdaq mencatatkan kenaikan 0,81 persen.
Laju positif pasar saham Amerika Serikat didorong oleh respons baik investor terhadap rilis data inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI) yang berada di bawah perkiraan.
Sebab, PPI AS pada Juli 2026 tercatat berada di level 4,7 persen secara tahunan (yoy), melandai dibanding pencapaian 5,5 persen pada Juni 2026. Hasil data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve) bakal mempertahankan tingkat suku bunga rendah demi menjaga kelangsungan iklim investasi.
Sementara dari pergerakan saham AS, Sandisk (SNDK) mencuri perhatian usai harga sahamnya melompat hingga 13,7 persen. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tingkat menengah hingga tinggi dengan margin laba kotor mencapai 80 persen pada periode fiskal 2028-2030 berkat ekspansi infrastruktur chip kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, pergerakan harga minyak mentah kembali tertekan di mana jenis Brent terkoreksi 2,15 persen menuju kisaran USD87 per barel akibat kekhawatiran merosotnya konsumsi global.
International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia pada tahun 2026 menyusut hingga 1,6 juta barel per hari, atau 510 ribu barel per hari lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya.
Situasi ini menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan saham di sektor komoditas dan energi, sekaligus menjadi indikator eksternal yang patut diperhitungkan investor pada perdagangan IHSG hari ini.
Berikut beberapa opsi saham pilihan Ajaib Sekuritas untuk hari ini:
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS)
Rekomendasi: Accum Buy
Harga penutupan: Rp1.775
Target harga: Rp1.825
Stop loss: Rp1.740
Pergerakan BRIS berada dalam fase sideways jangka panjang dengan posisi harga di kisaran support, sehingga disarankan untuk akumulasi buy. Petunjuk indikator stochastic mengalami crossing di area oversold yang menandakan potensi rebound.
PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
Rekomendasi: Trading Buy
Harga penutupan: Rp1.665
Target harga: Rp1.710
Stop loss: Rp1.600
Posisi harga MYOR tertahan di area support dan berpeluang memantul membentuk pola morning star. Indikator MACD bar histogram tampak melemah terbatas dalam momentum akumulasi.
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Rekomendasi: Trading Buy
Closing Price: Rp1.570
TP: Rp1.630
Stop loss: Rp1.530
Pergerakan harga ADMR bertahan di atas garis MA 20 dan secara trendline masih konsisten bullish. Indikator MACD bar histogram bernilai positif dalam fase momentum akumulasi.