JAKARTA – Pasar saham Eropa bergerak menguat tipis pada hari Rabu, mempertahankan posisinya di dekat level rekor tertinggi. Kondisi ini didukung oleh kuatnya kinerja keuangan perusahaan yang menahan dampak dari ketegangan politik di Timur Tengah serta kecemasan pasar menyambut data CPI.
Indeks pan-Eropa Stoxx Europe 600 tercatat menguat 0,1 persen dan bertahan di kisaran rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, indeks DAX Jerman bergerak naik 0,4 persen, sedangkan indeks CAC 40 Prancis dan FTSE 100 London cenderung bergerak mendatar.
Kondisi ekonomi domestik memberikan kestabilan menjelang rilis data utama, di mana data final bulan Juli mengonfirmasi kenaikan harga konsumen secara tahunan bertahan di angka 2,8 persen untuk Jerman dan Italia.
Meskipun demikian, kestabilan harga domestik terpengaruh oleh gejolak sektor energi seiring melesatnya harga minyak mentah Brent mendekati 89 dolar per barel. Lonjakan ini dipicu oleh aksi serangan terbaru terhadap kapal-kapal di area Selat Hormuz dan Laut Merah, serta tingginya ketegangan politik antara Washington dan Teheran.
Di tengah situasi geopolitik tersebut, pengelola investasi memperkirakan pergerakan saham Eropa masih akan melanjutkan tren penguatan. Kenaikan ini didorong oleh kinerja keuntungan perusahaan secara mendasar ketimbang kondisi makroekonomi semata.
"Perusahaan-perusahaan terkemuka Eropa mencatatkan pertumbuhan laba yang jauh lebih kuat dibandingkan ekonomi regional," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Kami memperkirakan laba korporasi Zona Euro akan keluar dari stagnasi tiga tahun dan naik sekitar 25% secara total selama 2026 dan 2027, dengan pemulihan yang semakin meluas seiring membaiknya siklus ekonomi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
UBS menggarisbawahi bahwa pasar saham Eropa kian diuntungkan oleh siklus investasi global yang terus berjalan di berbagai sektor, seperti pertahanan, pusat data, otomatisasi, dan ketahanan energi. Hal tersebut sekaligus memberikan opsi bagi investor untuk melakukan diversifikasi di luar saham teknologi kecerdasan buatan yang bergejolak dan saham-saham berkapitalisasi besar di AS.
Kekuatan fundamental ini membantu STOXX 600 mencatatkan kenaikan sebesar 11,5 persen sejak awal tahun. Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip UBS, produk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) saham Eropa berhasil membukukan arus masuk bersih yang positif pada Juli untuk pertama kalinya sejak konflik AS-Iran merebak.
Aktivitas perdagangan dilaporkan tetap cermat dan berhati-hati menjelang penerbitan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada hari Rabu.
Menindaklanjuti penurunan mengejutkan pada data tenaga kerja AS pekan lalu yang menekan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun ke kisaran 45 persen, para pelaku pasar menantikan kepastian bahwa tekanan inflasi dasar terus mereda agar bank sentral di AS maupun Eropa dapat menahan suku bunga hingga musim gugur.
Di sisi lain, laporan kinerja keuangan dari masing-masing perusahaan menjadi pendorong utama pergerakan harga saham yang signifikan di berbagai bursa Eropa.