Saham Inggris Stagnan Usai Iran Bantah Ada Pembicaraan Gencatan Senjata

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20:51 WIB
Ilustrasi Saham Inggris (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham-saham Inggris mengalami pergerakan mendatar pada hari Rabu setelah pihak senior Iran menyampaikan bahwa tidak terdapat pembahasan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran kepada Reuters, yang meredam optimisme de-eskalasi di Selat Hormuz.

Indeks FTSE 100 bergerak stagnan di posisi 10.844,63 pada pukul 20:21 WIB. Sementara itu, indeks DAX Jerman menguat 0,42%, CAC 40 Prancis melemah 0,19%, dan nilai tukar GBP/USD naik 0,12% ke level 1,3522.

Pihak dari Iran tersebut menerangkan, "tidak ada pembicaraan mengenai perpanjangan karena, dari sudut pandang Iran, tidak ada periode yang dimulai dan oleh karena itu tidak ada yang perlu diperpanjang," seraya menambahkan bahwa "Amerika Serikat melanggar perjanjian sementara 48 jam setelah dicapai dan menarik diri darinya beberapa hari kemudian," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia juga mengungkapkan bahwa negosiasi via mediator saat ini berfokus agar AS "kembali ke perjanjian sementara," dengan "sama sekali tidak ada kemajuan" hingga kini, membantah klaim media Anadolu Turki terkait kesepakatan perpanjangan gencatan senjata 60 hari.

Pada laporan lain, tumpahan minyak dilaporkan oleh Fars telah sampai ke pulau Qeshm Iran yang berada di Selat Hormuz pada hari Rabu. Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab tumpahan tersebut dan menargetkan pembersihan rampung pada akhir hari.

Di sisi lain, IEA kembali memotong estimasi permintaan minyak global tahun 2026 sebesar 1,6 juta barel per hari dari yang sebelumnya satu juta barel per hari. Pemangkasan ini dipicu oleh "penutupan Selat Hormuz yang sedang berlangsung dan harga bahan bakar yang tinggi."

Tags

Terkini