KOSPI Melonjak 3,5 Persen Saat Saham Asia Menguat Terimbas Sektor AI

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:58:59 WIB
Ilustrasi bursa saham asia (FOTO : NET)

JAKARTA – Sebagian besar bursa saham Asia mencatatkan penguatan pada Rabu seiring dorongan reli baru di sektor semikonduktor Korea Selatan. Namun, para pemodal tetap bersikap waspada menantikan rilis data inflasi AS serta lonjakan harga minyak akibat ketidakpastian di Selat Hormuz.

Pada sesi perdagangan Asia, indeks futures Nasdaq 100 terangkat 0,4%, sedangkan S&P 500 Futures naik 0,2% setelah Wall Street ditutup melemah pada Selasa.

Laju reli sektor teknologi kian kencang dipicu lonjakan saham CoreWeave sebesar 16% di perdagangan pascabursa berkat capaian penjualan yang melampaui estimasi. Di saat bersamaan, Super Micro Computer melesat 7,6% usai memproyeksikan pendapatan di atas perkiraan pasar, yang memperkuat keyakinan atas besarnya belanja infrastruktur AI.

Langkah strategis juga ditunjukkan Nvidia yang menggandeng enam lembaga keuangan besar dalam platform pembiayaan komputasi untuk memobilisasi modal pihak ketiga lebih dari $500 miliar demi infrastruktur AI.

Indeks KOSPI memimpin kenaikan regional dengan melonjak sekitar 3,5%, disusul Nikkei 225 Jepang yang menguat 1%. Sementara itu, indeks MSCI AC Asia Pacific mencatatkan penguatan sekitar 0,6%.

Penguatan tajam dialami Samsung Electronics sebesar 6,7%, SK Hynix naik 5,5%, dan LG Innotek melesat lebih dari 10%. Kenaikan ini didorong laporan bahwa Temasek berencana melakukan investasi langsung pada kedua produsen chip tersebut.

Rencana masuknya investasi modal ini mengemuka di tengah tingginya desakan pemegang saham agar kedua perusahaan mengembalikan lebih banyak kas hasil dari peningkatan pasar memori AI.

Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa peningkatan pembagian dana tunai dapat menjadi langkah bagi Samsung dan SK Hynix untuk mempertahankan valuasi di tengah kekhawatiran mengenai durasi siklus naik pasar memori.

Saat ini kedua emiten membidik imbal hasil setara sekitar 50% dari arus kas bebas. SK Hynix juga menyatakan sedang mengkaji opsi tambahan dan berencana mengumumkan detailnya pada kuartal ketiga.

Pergerakan positif turut meluas ke saham chip Jepang, seperti Kioxia Holdings yang menguat 3,7% dan LARGAN Precision yang terangkat 3,4%. Selain itu, TDK serta Murata Manufacturing masing-masing menguat lebih dari 1%.

Dari pasar China, indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 menguat 0,6% dan Shanghai Composite naik 0,3%.

Saham SMIC mencatatkan kenaikan 3,4%, Cambricon Technologies terangkat 2,7%, Luxshare Precision naik 2,3%, serta NAURA Technology menguat 1,9%.

Sebaliknya, indeks Hang Seng merosot sekitar 1% akibat pelemahan pada saham teknologi Hong Kong. Saham Alibaba turun 3,1%, Tencent melemah 2,9%, NetEase terkoreksi 3,3%, JD.com melorot 2,6%, dan Meituan tergelincir 2,3%.

Perbedaan pergerakan ini terjadi saat investor mempertimbangkan laba kuat sektor AI terhadap risiko kenaikan inflasi dan harga minyak. Kendati demikian, aliran dana ke pasar berkembang membaik seiring data IIF yang mencatat inflow non-residen hampir $19 miliar pada Juli, mengakhiri tren arus keluar selama dua bulan berturut-turut.

Fokus pasar kini beralih pada rilis data CPI AS. Perkiraan menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,1% pada CPI utama dan kenaikan tahunan 3,4% pada Juli, sementara CPI inti diperkirakan naik 0,2% secara bulanan dengan angka tahunan di posisi 2,5%.

Realisasi angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi meringankan tekanan pada The Fed, setelah tiga pejabat FOMC memberikan suara berbeda pada Juli lalu dengan mendukung kenaikan suku bunga.

Tags

Terkini