Harga Emas Bertahan Tinggi Menanti Data Inflasi AS

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:38:29 WIB
Ilustrasi pasar logam mulia (FOTO : NET)

JAKARTA – Pergerakan harga emas tetap kokoh di posisi tinggi pada awal perdagangan pekan ini di pasar Asia, Senin (10/8/2026), pascamencapai rekor tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Para pelaku pasar saat ini tengah menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang bakal memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot mencatatkan perubahan yang sangat tipis ke posisi US$ 4.339,59 per troy ounce pada pukul 00.17 GMT. Kestabilan posisi ini terjadi sehabis emas melesat lebih dari 7% sepanjang pekan sebelumnya.

Pada Jumat (7/8/2026), pergerakan emas sempat menyentuh rekor tertinggi yang belum pernah dicapai sejak 17 Juni.

Penguatan harga tersebut dipicu oleh laporan ketenagakerjaan AS yang berada di bawah ekspektasi, yang kemudian meningkatkan harapan pasar akan kelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Data ekonomi memperlihatkan penurunan jumlah lapangan kerja secara mengejutkan di AS sepanjang Juli. Ditambah lagi, angka pertumbuhan tenaga kerja dari dua bulan sebelumnya juga mengalami revisi ke bawah yang cukup signifikan.

Perkembangan situasi ini berdampak langsung pada prediksi pasar mengenai langkah The Fed mendatang. Pasar berjangka sekarang memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih rendah dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September.

Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Thomas Barkin menyampaikan bahwa data perekrutan periode Juli tetap memperlihatkan kelanjutan dari tren terkini.

Pergeseran ekspektasi suku bunga ini menjadi angin segar serta pendorong positif bagi pergerakan emas. Hal ini disebabkan penurunan suku bunga membuat instrumen non-imbal hasil seperti emas menjadi kian menarik ketimbang aset berimbal hasil bunga.

Atensi utama para investor kini beralih pada rilis data inflasi AS pekan ini, khususnya Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Publikasi data tersebut bakal menjadi acuan krusial dalam menebak kebijakan lanjutan dari The Fed.

Di kelompok logam mulia lain, harga perak spot naik 0,5% menuju US$63,85 per troy ounce. Sementara itu, platinum menguat 0,2% ke level US$1.748,25 per troy ounce, dan palladium melemah 0,5% ke posisi US$1.371,16 per troy ounce.

Perkembangan geopolitik mencatat Iran hampir merampungkan kesepakatan akhir bersama Oman mengenai pembukaan jalur pelayaran baru lewat Selat Hormuz. Meski begitu, Iran menekankan bahwasanya Amerika Serikat wajib memenuhi beberapa tuntutan, seperti ganti rugi, pencabutan sanksi, hingga penghentian ancaman militer sebelum koridor strategis itu kembali beroperasi.

Tags

Terkini