Garuda Indonesia Siapkan Strategi Hadapi Harga Avtur dan Konsolidasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 21:49:31 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melonjak 31,48% ke posisi Rp 71 per saham pada perdagangan Senin (10/8/2026) hingga pukul 14.13 WIB. Melonjaknya harga saham ini seiring dengan pemaparan rencana efisiensi Garuda dalam sesi tanya jawab pada acara Investor Meeting and Connectivity 2026 di Surabaya.

Hasil sesi tanya jawab tersebut mengungkapkan bahwa GIAA sudah menyiapkan berbagai strategi guna memperkuat kinerja di tengah fluktuasi harga bahan bakar avtur dan ketidakpastian kondisi geopolitik global.

Langkah-langkah tersebut meliputi penataan operasional dan armada, efisiensi bahan bakar, peningkatan pendapatan non-tiket atau ancillary revenue, hingga pengetatan biaya secara mendalam.

Lewat keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (7/8/2026), manajemen Garuda Indonesia menerangkan bahwa perusahaan bakal memaksimalkan jaringan serta kapasitas sesuai tingkat keuntungan tiap-tiap rute. Pada saat yang sama, pemanfaatan serta produktivitas armada pun terus dipacu.

GIAA juga menempuh program efisiensi konsumsi bahan bakar melalui optimalisasi profil serta perencanaan penerbangan. Upaya ini menjadi vital di tengah ancaman kenaikan harga avtur yang berpotensi menekan struktur biaya maskapai.

Dalam ranah komersial, Garuda Indonesia berusaha meningkatkan kontribusi ancillary revenue sembari memperketat pengendalian pengeluaran operasional.

Mengenai penerbangan domestik, perusahaan tersebut memastikannya tetap berpedoman pada aturan pemerintah terkait Tarif Batas Atas (TBA) serta mekanisme fuel surcharge. Kebijakan tarif tersebut diterapkan dengan senantiasa memperhatikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Di sisi lain, Garuda Indonesia membeberkan alasan di balik kinerja EBITDA yang telah positif namun belum sanggup mengantarkan perusahaan mencetak laba bersih.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa EBITDA belum memperhitungkan sejumlah beban di luar operasional langsung. Beban-beban tersebut di antaranya mencakup depresiasi, amortisasi, serta beban keuangan termasuk kewajiban sewa dan pembiayaan.

Struktur beban itu turut dipengaruhi oleh kewajiban masa lalu usai proses restrukturisasi dan penerapan standar akuntansi yang berlaku.

Oleh sebab itu, Garuda Indonesia menargetkan perbaikan kinerja operasional secara bertahap dapat berdampak positif pada bottom line. Usaha tersebut disalurkan lewat efisiensi pengeluaran dan kedisiplinan finansial.

Garuda Indonesia juga gencar mencari jalan untuk mengoptimalkan kapasitas kursi penerbangan yang belum terisi. Salah satu fokus utamanya adalah menaikkan Seat Load Factor (SLF) tanpa menurunkan kualitas pendapatan yang diukur lewat Revenue per Available Seat Kilometer (RASK).

Demi mencapai target itu, Garuda Indonesia (GIAA) menerapkan strategi revenue management yang lebih fleksibel, seperti dynamic pricing dan skema network fare yang dilengkapi aneka free add-on.

Dari sektor pemasaran, Garuda secara berkala melangsungkan berbagai gelaran promosi seperti Garuda Indonesia Travel Fair (GATF), Garuda Online Travel Fair (GOTF), dan Garuda Umrah Travel Fair (GUTF).

Maskapai ini turut memaksimalisasi kapasitas penerbangan reposisi armada atau empty leg. Kapasitas yang mulanya berpotensi tidak membuahkan pendapatan tersebut dikomersialkan agar dapat memberi nilai tambah pada penerbangan rute terkait.

Sementara itu, agenda konsolidasi Garuda Indonesia Group bersama Pelita Air masih berada dalam tahap diskusi.

Pihak manajemen Garuda Indonesia menyampaikan bahwa agenda tersebut masih menjalani penelaahan mendalam serta pembahasan di tingkat pemegang saham dan pihak terkait lainnya.

Penelaahan konsolidasi tersebut mencakup pelbagai aspek strategis guna memperkuat ekosistem penerbangan nasional sekaligus menopang agenda transformasi Garuda Indonesia.

Meskipun demikian, sampai saat ini belum ada kepastian akhir mengenai bentuk maupun mekanisme konsolidasi antara Garuda Indonesia dan Pelita Air.

Garuda memastikan seluruh operasional, jadwal penerbangan, serta komitmen pelayanan kepada para penumpang tetap berjalan seperti biasa dan tidak terdampak oleh proses penelaahan tersebut.

Tags

Terkini