JAKARTA – Penurunan harga energi turut mendorong S&P 500 dan berbagai indeks saham utama melesat ke rekor tertinggi pada pekan lalu. Tren penguatan ini kian kokoh seiring kembali maraknya perdagangan kecerdasan buatan (AI) yang dipicu oleh kinerja impresif saham-saham semikonduktor.
"Penurunan harga energi mendukung pergerakan risk-on, membantu S&P 500 (+3,58%, +0,62% pada hari Jumat), Stoxx 600 (+1,70%, +0,31% pada hari Jumat), DAX (+2,69%, +0,69% pada hari Jumat) dan CAC 40 (+2,41%, +0,17% pada hari Jumat) semuanya mencapai rekor tertinggi baru. Untuk S&P 500 dan NASDAQ (+5,19%, +1,30% pada hari Jumat), ini juga menandai kenaikan mingguan terbesar sejak April," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Saham juga didukung oleh rebound berkelanjutan dalam perdagangan AI yang dimulai pada akhir pekan sebelumnya. Indeks Semikonduktor Philadelphia (Sox) naik +9,24% minggu lalu (+2,56% pada hari Jumat) setelah bulan Juli yang sulit," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Brent naik sekitar +0,8% pagi ini tetapi kontrak berjangka saham AS dan Eropa cukup datar," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Di Asia, Nikkei (+1,80%) menguat pagi ini tetapi KOSPI melemah setelah awal yang cukup baik dan kini secara umum datar pada hari ini. Di tempat lain, saham Tiongkok bervariasi, dengan CSI 300 turun -0,52%, sementara Hang Seng dan Shanghai Composite masing-masing naik +0,72% dan +0,20%. Di Australia, S&P/ASX 200 turun -0,42%, menyerahkan sebagian dari kenaikan yang dicatat pada hari Jumat," sebagaimana dilansir dari berita sumber.