MSCI Umumkan Rebalancing Agustus 2026 Saham Indonesia Dipastikan Absen

Senin, 10 Agustus 2026 | 21:43:54 WIB
Ilustrasi Morgan Stanley (FOTO : NET)

JAKARTA – Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) akan mengumumkan hasil tinjauan indeks terbarunya pada 12 Agustus 2026 mendatang. Namun, saham-saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dipastikan absen dari inklusi atau penambahan konstituen baru dalam indeks global MSCI pada tinjauan kuartalan kali ini.

Berdasarkan rilis resminya, hasil perombakan berbagai indeks utama MSCI akan disampaikan setelah pukul 23:00 Central European Summer Time (CEST). "Semua perubahan akan berlaku efektif pada penutupan 31 Agustus 2026," tulis MSCI dalam pengumuman resminya pada pekan lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kepastian absennya saham Indonesia dalam inklusi baru MSCI telah disampaikan pada Juli lalu. Pada saat itu, penyedia indeks global ini memutuskan untuk mempertahankan seluruh perlakuan khusus terhadap saham-saham Indonesia.

MSCI juga masih membekukan penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) untuk saham Indonesia. Selain itu, mereka menahan adanya kenaikan kelas saham Indonesia ke level indeks yang lebih tinggi.

"Sebagai tambahan, MSCI juga akan tetap menghapus saham-saham yang ditetapkan masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) oleh otoritas pasar saham Indonesia," jelas MSCI dalam pengumuman sebelumnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perlakuan khusus MSCI terhadap saham Indonesia ini dimulai sejak kuartal pertama 2026. Kala itu, MSCI menyampaikan kekhawatirannya terhadap transparansi pasar saham Indonesia serta maraknya saham-saham yang dimiliki oleh kelompok investor tertentu.

Dengan kekhawatiran tersebut, MSCI bahkan memberikan peringatan terkait potensi penurunan kasta Indonesia ke Frontier Market bila reformasi pasar modal tak berjalan konsisten.

Meskipun demikian, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah Budiman, mengatakan seharusnya tidak ada dampak negatif yang berlebihan atas pengumuman rebalancing MSCI periode Agustus 2026.

“Dengan melihat volatilitas pasar emerging market, harusnya dari sisi Indonesia harapannya tidak ada pengurangan bobot yang berlebihan,” jelas Fath, dalam pemaparan yang disampaikan awal pekan ini sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, bagi saham-saham yang telah masuk dan tidak dikeluarkan dari indeks MSCI, dinilai akan mendapat sentimen positif dari rebalancing MSCI.

Tags

Terkini