Rekor Hijau IHSG di Agustus Diuji Kekosongan Kursi Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:40:24 WIB
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

JAKARTA – IHSG mengakhiri perdagangan Kamis (6/8/2026) dengan penurunan 7,42 poin atau 0,12% menuju posisi 6.343,71. Sebelum merosot, indeks sempat melonjak di awal sesi ke level 6.379,92 dan menyentuh titik terendah pada 6.324,06 sepanjang perdagangan.

Hanya ada empat dari total 11 sektor yang mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan tersebut. Sektor energi menjadi penopang utama dengan peningkatan 1,43%, diikuti sektor perindustrian 0,86% serta transportasi 0,59%.

Di sisi lain, sektor properti terkoreksi 0,70%, kesehatan melemah 0,48%, dan teknologi tergerus 0,40%. Sebanyak 265 saham mencatatkan penguatan, 337 saham melorot, dan 192 saham bergerak stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp18,06 triliun dari 54,74 miliar saham yang ditransaksikan.

Pada kelompok saham LQ45, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pimpinan top gainers setelah melesat 7,92%. Posisinya disusul oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang terangkat 6,67% dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 6%.

Sebaliknya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan penurunan terdalam sebagai top loser sebesar 3,64%. Posisi tersebut disusul oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang merosot 2,41% serta PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang melemah 2,34%.

Di samping itu, penanaman modal asing mencatatkan net sell senilai Rp339 miliar pada akhir penutupan sesi.

Mengenai kondisi makroekonomi, BPS melaporkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 melambat di angka 5,29% secara tahunan. Capaian ini merupakan titik terendah sejak kuartal III 2025, tetapi masih melampaui proyeksi pasar sebesar 5,1%.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka mencatatkan perbaikan ke level 4,65% pada Mei 2026 jika dibandingkan posisi Februari 2026 yang sebesar 4,68%.

Berdasarkan data historis, bulan Agustus kerap menjadi periode yang cenderung memberikan hasil positif untuk IHSG. Dalam laporan analisis yang dirilis Senin (3/8/2026), Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengemukakan bahwa indeks senantiasa mengakhiri perjalanan di zona hijau pada setiap bulan Agustus sejak 2020 dengan rata-rata kenaikan 2,83% — termasuk lonjakan 4,63% pada Agustus 2025 yang menjadi pembuka deretan rekor penutupan tertinggi IHSG sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selanjutnya, Juli 2026 tercatat sebagai bulan terbaik bagi pergerakan IHSG sepanjang tahun ini lewat penguatan sebesar 6,13-10,28% (tergantung basis perhitungan), yang berhasil mengikis sepertiga pelemahan drastis sejak awal tahun.

Lewat riset yang sama, Liza menyampaikan bahwa tren musiman periode ini harus berhadapan dengan kendala yang belum pernah terjadi selama enam tahun belakangan, yakni posisi Gubernur Bank Indonesia yang masih kosong sejak 27 Juli 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Atas pertimbangan tersebut, Kiwoom Sekuritas memprediksi tingkat probabilitas IHSG untuk menguat di sepanjang Agustus berada pada rentang 60-65%, lebih rendah jika dibandingkan tingkat keberhasilan historis yang mencapai 100%.

Di samping kepemimpinan di Gubernur BI, dua faktor lain yang disinggung dalam analisis tersebut yakni arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta rilis data ketenagakerjaan (nonfarm payrolls) AS.

Tags

Terkini