IHSG Menguat ke Level 6.359 Kamis, Saham CUAN, HRTA, dan ANTM Melesat

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:10:17 WIB
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (6/8) dan berpeluang mencatat penguatan selama tiga hari berturut-turut. Sentimen positif datang dari optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, meski mayoritas bursa Asia bergerak melemah setelah reli saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mereda.

Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG naik 0,13% atau 8,45 poin ke level 6.359,59. Sebanyak 269 saham menguat, 205 saham melemah, dan 212 saham bergerak stagnan.

Volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,34 triliun. Penguatan IHSG ditopang oleh tujuh indeks sektoral.

Sektor bahan baku (IDX Basic) memimpin kenaikan dengan menguat 1,29%, disusul sektor transportasi (IDX Trans) naik 0,61%, serta sektor energi (IDX Energy) yang menguat 0,29%. Saham top gainers LQ45 meliputi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 3,70% ke Rp 700, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 3% ke Rp 2.060, dan PT Antam Tbk (ANTM) naik 2,28% ke Rp 3.140.

Sementara itu, saham top losers LQ45 ditempati oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 2,69% ke Rp 1.625, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,48% ke Rp 2.670, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,36% ke Rp 1.820.

Penguatan IHSG masih didukung oleh rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar sebesar 5,12% YoY. Data tersebut memperkuat optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati kelanjutan musim rilis laporan keuangan emiten sebagai katalis utama pergerakan IHSG. Selain itu, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi arus modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (6/8). Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,69% yang dipimpin pelemahan saham-saham teknologi.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI merosot 3,64%, sedangkan indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,57%. Di Seoul, saham Samsung Electronics melemah 2,44% dan SK Hynix anjlok 6,95%, sedangkan di Tokyo, saham Kioxia turun 9,61% dan Tokyo Electron melemah 4,61%.

Pelemahan tersebut mengikuti pergerakan Wall Street pada perdagangan sebelumnya, ketika indeks Nasdaq mengakhiri reli beberapa hari setelah saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) terkoreksi usai merilis laporan keuangan. Meski SpaceX melaporkan imbal hasil investasi AI yang lebih cepat dari perkiraan, investor masih mencemaskan besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan pusat data AI.

Sementara itu, kinerja AMD yang melampaui estimasi analis dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar yang lebih tinggi.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak relatif stabil. Minyak Brent turun tipis 0,18% menjadi US$ 79,31 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,35% menjadi US$ 74,96 per barel.

Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi perkembangan pembicaraan antara Iran dan Oman terkait usulan kesepakatan yang diharapkan dapat mengakhiri konflik selama lima bulan antara Amerika Serikat dan Iran.

Tags

Terkini