Free Float Saham TPIA Resmi Lewati Batas Minimal MSCI Sebesar 25,7 Persen

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:09:55 WIB
Ilustrasi saham tpi (FOTO : NET)

JAKARTA – Pintu bagi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) untuk masuk kembali ke dalam susunan indeks MSCI Global Standard Indexes kini telah terbuka. Perusahaan di bawah kendali Prajogo Pangestu ini telah menaikkan porsi saham beredar di publik hingga melampaui ketentuan MSCI.

Manajemen TPIA mengumumkan kenaikan free float dari yang sebelumnya 10,9% menjadi 25,7%. Langkah tersebut diambil sebagai strategi shareholding rebalancing sekaligus untuk memperluas basis investor.

Peningkatan free float ini diharapkan dapat memperbaiki likuiditas perdagangan saham perseroan serta meningkatkan akses bagi investor domestik maupun internasional. Free float TPIA sebesar 25,7% telah melampaui syarat minimal 15% dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan 20% dari penyedia indeks MSCI.

Penambahan porsi saham publik ini dipastikan tidak mengubah struktur pengendalian perseroan. Dalam proses rebalancing tersebut, SCGC tetap memegang kendali sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 57,1%.

Secara kolektif, tiga pemegang saham utama Chandra Asri Group—Barito Pacific, SCGC, dan Thai Oil—masih menguasai sekitar 74,3% saham perseroan.

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan bahwa SCGC merupakan pemegang saham jangka panjang dan mitra strategis yang telah memberikan kontribusi penting bagi perjalanan pertumbuhan Chandra Asri Group sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menegaskan bahwa transaksi ini mencerminkan prioritas alokasi modal SCGC dan tidak mengubah arah strategis, tata kelola, maupun komitmen Perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Chandra Asri Group tetap berfokus pada agenda transformasi dan rejuvenasi perusahaan seiring penguatan portofolio bisnis energi, kimia, serta infrastruktur di Asia Tenggara.

Di sisi lain, saham TPIA justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) investor asing terbesar di tengah peningkatan free float tersebut. Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), net sell asing di saham TPIA mencapai Rp138,01 miliar, terbesar kedua setelah TLKM senilai Rp157,93 miliar.

Sehari sebelumnya, Selasa (4/8/2026), investor asing juga mencatatkan net sell sebesar Rp206,6 miliar pada saham TPIA.

Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang mengalami tren penguatan dalam dua hari terakhir. Pada Rabu (5/8), IHSG naik 31,53 poin atau 0,5% ke level 6.351,14, setelah sehari sebelumnya menguat 1,37% ke level 6.319,61.

Kenaikan free float menjadi 25,7% ini dinilai berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham TPIA. Semakin besar porsi saham yang beredar di publik, semakin tinggi peluang saham ini diperdagangkan secara aktif dan menarik minat investor institusi global.

Pencapaian free float di atas ambang 25% ini juga memperbesar peluang TPIA memperoleh bobot lebih optimal jika berhasil masuk kembali atau mendapat full inclusion dalam indeks MSCI mendatang. Sebelum ini, TPIA resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes pada peninjauan Mei 2026 dan efektif per 1 Juni 2026 karena tidak memenuhi syarat free float.

Tags

Terkini